oleh

Seleksi Ketat, Latihan Sepekan, Hingga Risih Pakai Masker

Seleksi Ketat, Latihan Sepekan, Hingga Risih Pakai MaskerPERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76, nampak sangat berbeda dari tahun sebelumnya.

Laporan: Amri Makkaruba
(Polewali Mandar)

Tahun ini, di Indonesia, termasuk Polewali Mandar (Polman), masih dalam masa pandemi Covid-19. Mengakibatkan semua sektor terdampak. Termasuk peserta upacara HUT RI yang dibatasi.

Sebelumnya, upacara peringatan HUT RI di Polman yang selalu digelar di Lapangan Pancasila, berlangsung ramai. Tetapi sudah dua tahun terakhir ini, upacara HUT RI dialihkan ke Halaman Kantor Bupati Polman. Dengan membatasi peserta upacara. Pandemi Covid-19 jadi penyebab, sehingga Pemkab Polman memutuskan upacara dilakukan secara terbatas.

Hal ini juga berpengaruh pada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang tak lengkap. Jika HUT RI tahun 2020 lalu, hanya tiga orang Paskibra yang bertugas. Itu pun diambil dari Purna Paskibraka tahun 2019. Sementara tahun ini, hanya sembilan orang siswa. Terpilih dari seleksi ketat untuk melaksanakan tugas sebagai Paskibra 2021.

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat Paskibra Polman menjalankan tugas. Mereka diseleksi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispop) Polman, tahun 2020 lalu. Tetapi baru bertugas tahun 2021 ini.

Begitu pembawa acara, Aiptu Fransiskwati dari Polres Polman membacakan susunan upacara HUT RI ke-76, sembilan paskibra langsung bersiap menjalankan tugas. Muh Farhan Anugrah Syawal selaku komandan kelompok (Danpok) Paskibra 2021 langsung menyerukan aba-aba persiapan.

Perintah itu ditaati delapan rekannya. Yakni Muh Syahrul Hidayat, Muh Swi Jiyad Athilla, Haswadi, Lini Triyanti, M Rafly Reskyawan, Paxia Zullikha, Hikma dan Hajra Ayu Lestari.

Siswa MAN Lampa, Hikma didaulat menjadi pembawa baki bendera merah putih. Pembentang bendera, M Rafly Reskyawan siswa SMAN 1 Polewali dan penarik tali tiang bendera Haswandi siswa SMAN 1 Polewali. Langkah tegap dilakukan sembilan paskibra dengan pandangan terfokus.

Sasarannya, tiang bendera di tengah lokasi upacara. Tak ada kendala selama tugas mereka. Bendera sampai di ujung tiang, ketika lantunan lagu kebangsaan selesai diiringi korps musik Marching Band Bahana Polman.

Usai menjalankan tugas, raut wajah kesembilan siswa pilihan tersebut sumringah. Latihan keras selama sepekan, tak sia-sia karena dapat menjalankan amanah yang diberikan. Ini juga sekaligus pembuktian, mereka layak jadi Paskibra.

Hikma menceritakan, dua pekan jelang upacara, dirinya menerima pemberitahuan dari sekolah bahwa lolos menjadi anggota Paskibra. Dirinya terkejut, tak menyangka. Dari 68 orang yang lolos seleksi, hanya sembilan orang terpilih bertugas.

Terdiri dari tiga orang pengibar bendera, lima orang pengapit bendera, dan seorang pembawa baki. Setelah mengikuti latihan sejak Senin 9 Agustus lalu, tiga hari jelang hari H dirinya ditunjuk sebagai pembawa baki.

“Pasti bangga, karena tak semuanya bisa bertugas sebagai anggota Paskibra. Apalagi ditunjuk sebagai pembawa baki bendera merah putih. Tanggung jawab lebih besar. Tidak membawa nama sendiri, melainkan mewakili Paskibra pilihan,” ungkap siswa Kelas 12 Jurusan Bahasa MAN Lampa Kecamatan Mapilli ini.

Gadis dengan tinggi 167 meter ini mengaku, telah menggeluti baris berbaris sejak duduk di bangku SMP. Namun, baru tahun ini mengikuti seleksi paskibra tingkat kabupaten dan dinyatakan lolos.

Usai terpilih, dia bersama anggota lain menjalani pemusatan latihan selama sepekan. “Banyak pengalaman selama karantina. Seperti, rasa solidaritas yang tinggi,” pungkas gadis yang tinggal di Pakoko Desa Bondra Kecamatan Mapilli itu.

Hal sama diungkapkan Muh Farhan Anugrah. Ia mengaku senang dipercaya menjadi anggota Paskibra Polman. Walaupun masa latihan terbilang singkat, tapi dilakukan sehari dua kali. Pagi dan sore. Dua hari sebelum HUT RI, mereka sudah dikarantina di salah satu hotel di kawasan Pekkabata. Tak jauh dari Kantor Bupati Polman.

“Saat latihan ada yang berbeda dengan dua tahun lalu. Sekarang lebih singkat,” ucap Farhan.

Paskibra hanya berlatih mulai pukul 07.30 wita hingga 10.00 Wita. Kemudian sore hari mulai pukul 15.30 Wita hingga pukul 17.30 Wita.

Ia mengaku adaptasi tersulit ialah penggunaan masker saat berlatih. Acapkali masker menjadi basah. Akibat pekikan aba-aba yang dilakukannya. Namun siswa SMAN 1 Polewali ini harus membiasakan diri. Mengingat angka positif Covid-19 di Polman terus mengalami peningkatan. “Kadang merasa risih. Kalau maskernya basah, sesak rasanya,” terangnya.

Farhan berharap, peringatan HUT RI kali ini sebagai momentum bersama melawan pandemi Covid-19. Dengan cara mematuhi protokol kesehatan. “Mudah-mudahan Covid segera berlalu. Supaya normal kembali,” pungkasnya.

Pelatih Paskibra Polman, Brigpol Bagus Waryono mengaku tak ada kendala berarti selama proses latihan. Tetapi ada sedikit perbedaan saat melatih paskibra di masa pandemi ini. Termasuk penerapan prokes selama latihan.

“Sebelum bertugas di HUT RI, kesembilan anggota Paskibra ini juga menjalani tes swab dari Satgas Covid-19. Selain selama latihan, kami juga selalu tekankan bagaimana memakai masker dan mengupayakan jaga jarak. Ini sedikit perbedaan proses latihan selama pandemi,” ujar anggota Satlantas Polres Polman ini.

Alasan hanya melibatkan sembilan anggota Paskibra, kata Bagus, sesuai saran dari Satgas Covid-19 Polman. Karena pelaksanaan HUT RI tingkat Polman juga pesertanya terbatas menghindari kerumunan. (***)

Komentar

News Feed