oleh

Seleksi Calon Sekkab Majene, Tiga Nama Lulus Administrasi

MAMUJU – Penjaringan calon Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Majene, telah melalui tahapan seleksi administrasi. Panitia telah mengumumkan, hanya tiga nama yang dinilai lulus administrasi.

Ketiga calon yang dinyatakan telah memenuhi syarat administasi yakni, Andi Adlina Basharoe, Drs Mattalunru, dan Ardiansyah.

Andi Adliana, kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Majene. Sedangkan Mattalunru kini Sekretaris DPRD Majene. Sedangkan Ardiansyah adalah Sekkab Mamasa. Ketiganya, telah mencapai Golongan Pembina Utama Muda/Pangkat IV C.

“Sebagaimana ketentuan yang baru, kalau sudah cukup tiga (nama), itu bisa lanjut tahapan berikutnya,” terang Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Majene Tahun 2021, Muhammad Idris, Kamis 9 September.

Idris yang menjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar itu menambahkan, selanjutnya akan dilaksanakan tahapan asesmen. pada Jumat 10 September, hari ini. Kemudian, tahapan seleksi wawancara, serta penulisan makalah.

Terkait masuknya nama Ardiansyah, yang kini menjabat Sekkab Mamasa, Idris menyatakan itu tak menjadi problem dalam tahapan seleksi. Apalagi melanggar regulasi. “Bisa saja,” kata Idris, yang dikonfirmasi malam tadi.

Alasannya, sebab Ardiansyah sendiri sudah setingkat pejabat pratama dan diperbolehkan mendaftar Sekkab Majene. Tentunya, jika Ardiansyah lulus maka dipastikan di Mamasa pun akan membuka seleksi untuk pengisian Sekkab Mamasa.

Terkait dengan telah mengekrucutnya ketiga nama ini, Bupati Majene Andi Syukri Tammalele maupun Wakil Bupati Majene Arismunandar Kalma belum memberikan tanggapan. Saat dihubungi malam tadi, nomor telepon keduanya tidak aktif. Diperoleh informasi, Andi Syukri tengah berada di Mamuju sedangkan Arismunandar melakukan kegiatan di luar daerah.

Sementara itu, Pjs Sekkab Majene Sayuti Marsuki mengaku belum melihat pengumuman dimaksud.

“Sampai saat ini, saya belum lihat sama sekali,” ucapnya kepada Radar Sulbar, Kamis 9 September saat dikonfirmasi.

Kata dia, saat ia lagi menunggu SK perpanjangan untuk menjabat Pjs Sekkab Majene. Itu kalau diperpanjang. Kalau tidak, ya tidak. Saya tidak ikut lelang Sekkab karena sudah terkunci mati di persyaratan. Terlalu banyak serta sangat ketat,” ungkapnya.

Dikatakannya, bila sudah ada yang lolos maka harus diinvestigasi secara mendalam. Apakah betul telah memenuhi syarat atau tidak. “Saya hitung-hitung, sangat sulit untuk lolos di persyaratan. Saya tak tahu kenapa diperketat begitu, sehingga saya tidak bisa ikut. Contohnya diklat. Diklat itu dilakukan setelah menduduki jabatan. Dimana-mana kalau lelang itu, nanti orang duduk baru diklat. Namun kali ini, dipersyaratkan di awal,” ungkapnya.(rur-imr/dir)

Komentar

News Feed