oleh

Selamat Tinggal Feri Mini

MAMUJU – Kabar mengenai kapal feri mini jelas sudah. Bangkainya tergeletak di Pulau Ambo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mamuju, Jumardi mengatakan, pihaknya sudah meminta pertimbangan teknis pada Inspektorat Mamuju. Apakah akan dianggarkan lagi perbaikannya atau pembuatan baru.

Selamat Tinggal Feri Mini

“Inspektorat meminta petunjuk ke instansi teknis. Kalau tidak salah ke syahbandar,” ujar Jumardi, saat dikonfirmasi, Senin 15 Juni.

Jumardi tak memungkiri jika kapal feri mini sudah rusak parah. Dia sendiri sudah melihat langsung. “Oleh karena itu, saya tidak berani langsung mengambil tindakan,” jelasnya.

Sebelumnya Bupati Mamuju, Habsi Wahid menyebut, kalau ada hal yang menyimpang dari proses pembuatan kapal itu, boleh dilakukan penyelidikan.

Habsi tampak sudah mulai kesal sebab, pembuatan feri mini bermula dari niat baik sebagai alat transportasi warga Kepulauan Balabalakang. Kenyataannya tidak sesuai harapan.

“Siapa pun yang mengerjakan kapal tersebut harus bertanggung jawab. Aset negara yang bersumber dari uang rakyat harus bisa dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Untuk diketahui, pembuatan kapal tersebut dianggarkan pada tahun 2017 sebesar Rp 1,9 milir.

Pihak syahbandar pernah menyatakan kapal feri mini tidak layak berlayar setelah melalui beberapa kali uji coba. Bahkan, saat uji coba beberapa spare part kapal rusak, seperti daun kemudi patah dan propeler atau baling-baling rusak. (m2/jsm)

Komentar

News Feed