oleh

Selamat Datang BSI !

NABI Muhammad saw telah bersabda “Kejayaan umatku dibangun di atas dua pilar utama; ilmu dan ekonomi, dan agama Islam ini tidak akan tegak kokoh tanpa kekuatan ekonomi”.

Awal Februari 2021 lalu Presiden, Jokowi meresmikan Bank Syariah Indonesia yang merupakan hasil gabungan tiga bank syariah umum yang berplat merah yaitu Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah.

Kehadiran BSI menjadi fokus harapan baru masyarakat muslim Indonesia secara khusus dan bangsa Indonesia secara umum untuk terciptanya kesejahteraan lebih besar dan menyeluruh.
BSI memiliki kelebihan tersendiri yang digadang penarik minat nasabah yang tidak dimiliki oleh bank-bank konvensional lainnya.

Kelebihan itu antara lain; (1) hanya berinvestasi pada hal-hal yang halal saja. Hal ini akan menciptakan ketenangan nasabah dalam berinteraksi dengan BSI; (2) keuntungan usaha bukan dari bunga tapi bagi hasil. Sistem ini dianggap paling adil sehingga antara nasabah dan pihak bank tidak ada yang terzalimi;

(3) hubungan antara nasabah dengan bank sebagai mitra, bukan sebagai antara debitur dan kreditur. Nasabah diperlakukan layaknya mitra yang akan memajukan bank;

(4) seluruh sistem dan produknya mendapat pengawasan ketat dari Dewan Pengawas Syariah yang terdiri dari ulama syariah dan ekonom Islam. (5) BSI diperuntukkan pada semua kalangan tanpa melihat agama dan latar belakang pendidikannya.

Kehadiran BSI ini merupakan napak tilas kejayaan Islam yang pernah berjaya di dunia selama 8 abad lebih lamanya. Dakwah Islam sejak zaman Nabi begitu cepat tersiar ke seantero jagad karena ditopang oleh saudagar-saudagar kaya dan dermawan. Mereka tidak hanya membawa misi dagang setiap mengunjungi suatu wilayah tapi juga membawa misi dakwah Islam.

Penyokong utama dakwah Islam adalah barisan orang-orang dekat Rasulullah saw diantara mereka Khadijah, istri pertama Rasulullah, Usman bin Affan yang dikenal sebagai salah satu sahabat terkaya yang juga menantu Rasulullah yang digelari Dzun Nurain karena Usman diizinkan menikahi dua putri Rasulullah; yaitu Ruqayyah (setelah meninggal) menikahi lagi Ummu Kaltsum. Ada juga Abd. Rahman bin Auf tersohor sebagai pebisnis ulung dan kaya raya.

Saat itu Rasulullah saw sangat memperhatikan geliat ekonomi karena menjadi tumpuan banyak orang dalam memenuhi hajat-hajat hidupnya. Makkah dan Madinah-pun tersulap menjadi pasar yang ramai dikunjungi oleh pedagang dari luar. Dakwah Islam melalui instrumen ekonomi dengan mudah disebarkan ke berbagai negeri karena tingkat ekonomi masyarakat cukup baik.

Keadaan itu terus berlanjut ke Eropa yang berpusat di Andalusia (Spanyol) sebagai pusat kejayaan dan kemajuan Islam. Islam berdiri kokoh dan tangguh selama berabad-abad. Benarlah kata Nabi Muhammad saw bahwa kejayaan umat Islam akan terbangun dari salah satu pilar yaitu ekonomi.

Bahkan Islam ini, lanjut Nabi, tak akan pernah berdiri tegak dan kokoh tanpa ditunjang kemajuan ekonomi. Selamat Datang BSI ! isyarat kejayaan Islam akan segera terwujud kembali. (***)

Komentar

News Feed