oleh

Selama Dua Tahun, Delapan Kasus Kekerasan Seksual Anak

MAMASA – Dalam dua tahun terakhir ini 2019 hingga 2020 di Kabupaten Mamasa terjadi delapan kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawa umur. Penomena ini sangat memprihatinkan yang menjadikan anak sebagai korbannya.

Sesuai data Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Mamasa tahun 2019 lalu terjadi tiga kasus kekerasan seksual terhadap anak. Sementara hingga Oktober 2020 terjadi lima kasus kekerasan seksual.

Kasus terakhir seorang ayah tega mencabuli anak angkatnya di Desa Rippung Kecamatan Messawa. Sehingga warga berinisia ASB tersebut diciduk Polres Mamasa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, DP3A Mamasa, Marthina Polopadang mengakui selama tahun 2020 ini ada lima kasus kekerasan seksual terhadap anak yang ditanganinya.

Sejak Januari hingga Oktober 2020, DP3A Mamasa telah mendampingi empat korban kekerasan seksual anak di bawah umur. “Dua kasus yang telah selesai pendampingan. Dua kasus lainnya masih kita lakukan pendampingan. Sementara, untuk kasus baru yang terjadi di Messawa kami akan melakukan pendampingan seperti kasus sebelumnya,” terang Marthina.

Ia mengungkapkan pihaknya selaku pendamping akan membawa korban kekerasan seksual ke tempat yang telah disediakan.

“Jadi, kami akan bawa ke rumah singgah yang sudah disiapkan pemerintah selama kasusnya berproses,” tambah Marthina.

Ia menambahkan terkait upaya DP3A dalam mengintervensi pencegahan kasus kekerasan anak di bawah umur sudah melakukan sosialisasi di rumah ibadah.

“Namun kedepannya (DP3A) akan langsung turun ke 17 kecamatan guna melakukan sosialisasi terkait kekerasan anak di bawah umur,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed