oleh

Selama Covid-19, Hari Pasar Ditiadakan

-Polman-1.783 views

POLEWALI – Pemkab Polewali Mandar diminta untuk meniadakan hari pasar tradisional. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar Jupri Mahmud dalam rangka pencegahan Covid-19.

Apalagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Polman telah mengimbau warga agar tidak melaksanakan salat berjamaah di mesjid dan salat Jumat sementara waktu. Sehingga menurutnya pasar pun harus dievaluasi dengan meniadakan hari tertentu pasar.

“Jadi bukan menutup operasional pasar, tetap ada tapi tidak ada hari tertentu. Harusnya tiap hari pasar untuk menghindari kerumunan massa,” terang legislator Golkar ini.

Yang paling penting saat ini dilakukan adalah pencegahan dengan menghindari keramaian, menjaga jarak, menggunakan masker serta rutin mencuci tangan dan tetap berdiam diri dirumah.

Terpisah, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar saat dikonfirmasi Rabu kemarin menyampaikan selama ini beberapa pasar sudah menerapkan peniadaan hari pasar karena sudah setiap hari beroperasi seperti Pasar Sentral Pekkabata dan Pasar Wonomulyo.

“Beberapa pasar memang masih menerapkan hari tertentu seperti Pasar Luyo, Campalagian dan Tinambung. Tapi sebenarnya kita minta agar setiap hari pasar beroperasi tanpa ada hari tertentu.” terang Andi Ibrahim Masdar.

Hal ini juga diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM, Agusnia Hasan Sulur. Sudah mengeluarkan surat edaran ke kepala pasar agar meniadakan hari pasar tetapi dibuka tiap hari. Termasuk jam operasional pasar dibatasi mulai pukul 06.00 wita hingga pukul 16.00 wita setiap harinya.

Terkait adanya isu pasar ditutup mulai Jumat hingga Minggu selama tiga hari, Agusnia menjelaskan isu itu tidak benar. Pasar tetap buka untuk melayani kebutuhan masyarakat ditengah pandemik korona. (arf/mkb)

Komentar

News Feed