oleh

Selalu Siap Memberikan Pelayanan

DEMI kemanusiaan, segala kerepotan mengenakan APD rela dilakoni dalam rangka kesembuhan pasien korona. Demi keselamatan sesama.

Laporan: Zul Fadli, (Mamasa, Sulbar)

Sejak pandemi korona mewabah di Indonesia, tenaga medis setiap hari melakukan beragam upaya pencegahan dan penanganan.

Yang berhadapan langsung dengan pasien positif, seakan mempertaruhkan nyawa setiap menuju ruang isolasi. Berbekal Alat Pelindung Diri (APD); baju hazmat, masker, sarung tangan plus perlengkapan lain, berharap tak terjangkit virus asal Wuhan Cina, itu.

Mereka pun rela berjibaku dengan bertahan mengenakan APD, khususnya baju hazmat yang disebut-sebut banyak menguras energi. Umumnya mengaku pengap. Pokoknya, tidak nyaman. Apalagi jika kualitasnya jauh dibawah standar.

Dian Ekawati, salah satu peserta Perawat Nusantara Sehat asal Sulawesi Barat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUP Persahabatan) Jakarta, menceritakan pengalamannya selama menjadi perawat pasien korona.

Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan layanan kesehatan nasional.
“Dalam tim kami, semuanya ada 50 orang, dan saya satu-satunya yang berasal dari Sulbar,” ujar paramedis yang akrab disapa Eka, belum lama ini.

Bertugas di RSUP Persahabatan, di luar daerah adalah pengalaman pertamanya. “Setiba di rumah sakit, kami pun langsung lakukan pemeriksaan lengkap. Syukur semuanya bagus. Sehat,” imbuhnya.
Di awal penugasan, dirinya mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan orang maupun fasilitas yang baru ia jumpai.

“Karena kami notabenenya pengalaman kerja di Puskesmas yang ada di pelosok dengan peralatan terbatas. Ini sangat jauh berbeda dengan RSUP Persahabatan dengan peralatan yang bisa saya bilang canggih. Sehingga harus banyak belajar lagi, apalagi baru pertama kalinya bersentuhan dengan pasien Covid-19,” urai Eka.

Termasuk saat dirinya harus akrab dengan APD. Terutama baju hazmat berbahan tebal. Membungkus tubuh mulai dari kaki hingga kepala. Terus menemaninya selama bertugas.

Tidak jarang pula Eka melakukan perawatan dengan mengantar pasien untuk melakukan chek up maupun pemeriksaan lainnya. “Itu dengan tetap memakai baju hazmat. Bisa dibayangkan bagaimana sesaknya, ditambah masker dua lapis yang harus di plester di semua sudut muka, dan kelengkapan lainnya seperti face shield dan kacamata google,” tuturnya.

Di lain sisi, sangat penting untuk tidak melepas APD hingga tugas tuntas. Terlebih saat bertugas di ruang isolasi. “Buat sekadar buang air kecil pun jadi perkara sulit,” sebutnya.

Dinamika lain saat memakai APD adalah harus menahan dahaga. “Sehingga terkadang kita anggap kalau kita lagi puasa saat berada di ruang zona merah,” beber Eka.

Pengalaman dengan hazmat juga diutarakan Anggota Tim Penanganan Covid-19 di Mamasa, Irfan.

Menyinggung soal baju hazmat menurutnya, pengguna akan selalu dibayangi beragam kekhawatirkan, termasuk rentan dehidrasi. “Karena kita itu, keringat sekali, dan juga kita juga tidak sembarang lepas baju, karena risiko penularan itu paling besar. Jadi kita harus hati-hati,” sebutnya.

Namun begitu, demi kemanusianaan, keduanya kompak mengaku akan selalu siap terjun membantu kesembuhan pasien.
“Saya sendiri, tentunya akan selalu terlibat dan selalu siap dalam hal penanganan, siap memberikan pelayanan, apalagi di wilayah Mamasa,” imbuh Irfan.

Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr. Hajai S. Tangga tidak menampik dinamika dalam penanganan pasien kasus korona oleh para tenaga medis di wilayahnya.
Ia pun memaklumi jika para petugas kesehatan terdepan, memiliki beragam uneg-uneg. “Tapi, jika dibawa dengan nyaman itu tentunya tidak akan menjadi beban,” jelasnya.

“Disini kami melihat, tingginya dedikasi dan ketabahan para petugas dalam menangani para pasien korona ini,” ujar dr Hajai, menambahkan.

Karenanya, ia berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melonggarkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penularan covid-19.

Biasakan dalam keseharian menggunakan masker, menjaga jarak dan tetap rutin menjaga kebersihan diri, terutama mencuci tangan menggunakan sabun. (*)

Komentar

News Feed