oleh

Sektor Pertanian dan Ekspor Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

MAKASSAR–Senin 19 Oktober, hari ini, Pemprov Sulawesi Selatan, memperingati hari jadinya ke 351 tahun, lewat sidang paripurna di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Bangkit di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi harapan satu-satunya untuk melakukan pemulihan ekonomi Sulsel.

Peringatan hari jadi Sulsel, Gubernur Nurdin Abdullah, berharap menjadi ajang refleksi dan introspeksi bagi segenap masyarakat Sulsel. Dan, tak kalah pentingnya bagi jajaran eksekutif dan legislatif.

Sektor Pertanian dan Ekspor Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

Nurdin Abdullah mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama dan terus  berupaya maksimal, mendorong dan mewujudkan harapan masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan tetap merasa bangga sebagai masyarakat Sulsel.

”Daerah ini kami harapkan lebih maju dan berkembang serta lebih kompetitif dalam berbagai aspek kehidupan. Baik sosial budaya maupun ekonomi serta dari sisi ketersediaan infrastruktur layanan publik,” jelas Nurdin Abdullah.

Pemerintah dan Masyarakat Sulsel masih dianugerahkan kesempatan untuk bersama-sama memperingati hari jadi Sulawesi Selatan yang ke-351. Tanpa mengabaikan kesakralannya sebagai upaya pelestarian budaya masyarakat Sulawesi Selatan, Bugis, Makassar, Toraja, Luwu dan Massenrempulu.

Menurut Nurdin, Pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, termasuk penyelenggaraan pemerintahan. Namun, di Sulsel secara perlahan, namun pasti dan berkat sinergitas serta semangat kebersamaan akan bisa dilewati dengan baik.

”Alhamdulillah, masalah tersebut kita kelola dengan baik hingga menjadi peluang bahkan Pemerintah Provinsi Sulsel, kita mengatakan bukan tidak berhasil, tetapi mampu mendorong beberapa inovasi yang telah mendapatkan apresiasi tidak saja secara nasional akan tetapi setingkat Badan Kesehatan Dunia WHO telah mengapresiasi Inovasi Wisata Covid yang kita dorong bersama selama masa pandemi ini,” jelas Nurdin Abdullah.

Selain itu, inovasi sektor pasar tradisional, sektor hotel dan tempat wisata juga telah mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tengah penyiapan tatanan normal baru yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui kementerian dalam negeri.

Dalam hal pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, kita ketahui bersama Sulsel menjadi salah satu provinsi di Kawasan Timur Indonesia yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Namun tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sektor perekonomian daerah, sehingga Sulsel juga mengalami kontraksi. Akan tetapi berdasarkan rilis BPS sampai dengan Kuartal II Tahun 2020 ini dari sisi sektor pertanian masih tetap tumbuh diatas 2,4% dengan kontribusi sebesar 24,81%, demikian halnya ekspor tetap tumbuh positif hingga mencapai 11,17%, bahkan konsumsi listrik juga tumbuh diatas 4% ditengah seluruh provinsi mengalami kontraksi pertumbuhan di masa pandemi Covid-19.

Di momentum hari jadi ini pula, Sulsel mencoba merefleksikan kembali berbagai produk masyarakat Sulsel yang telah menjadi icon dan kebanggaan. Oleh karena itu, kemasan hari jadi Sulawesi Selatan yang ke-351 ini diusung dengan tema mengembalikan kejayaan komoditas unggulan Sulsel yang berdaya saing tinggi.

Artinya, kondisi saat ini dirasakan bersama bahwa beberapa komoditi Sulsel harus dibangkitkan kembali. Misalnya kejayaan Sutra, Udang Windu dan Jeruk Keprok Selayar. Komoditi tersebut telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sulsel, sehingga wajib untuk dibangkitkan kembali.

”Dirgahayu Sulawesi Selatan yang ke 351. Semoga kita semua tetap diberikan bimbingan dan perlindungan di dalam membangun agama bangsa dan negara,” ucapnya. (***)

Komentar

News Feed