oleh

Sekprov ‘Berkhidmat untuk Sulbar’

MAMUJU — Kondisi kebencanaan yang kini dihadapi oleh Sulawesi Barat bukan menjadi penghalang untuk tetap menjalankan tahapan perencanaan pembangunan di provinsi ke- 33 di Indonesia ini. 

Komitmen untuk mewujudkan visi Sulbar Maju dan Malaqbiq tetap dijalankan sesuai dengan alur perencanaan pembangunan sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

Sekprov 'Berkhidmat untuk Sulbar'

Selasa 9 Maret 2021, 5ejumlah OPD lingkup Pemprov Sulbar menyelenggarakan Forum OPD sebagai rangkaian dari penyusunan RKPD dan Rencana Kerja  untuk tahun 2022. Sebagaimana amanat dari regulasi tata cara perencanaan maka Forum OPD berlangsung  setelah surat edaran kepala daerah tentang pengajuan rancangan awal RKPD disampaikan paling lambat di minggu kedua bulan Februari. Selanjutnya untuk menyesuaikan tahapan perencanaan, OPD dapat melaksanakan Forum OPD sebagai langkah penyempurnaan rancangan awal renja OPD.

Sekprov Sulbar Dr. Muhammad Idris, ditengah kesibukannya sebagai Komandan Pos Komando Transisi Darurat ke Pemulihan, tetap memberikan motivasi dan arahan kepada OPD dalam pelaksanaan Forum OPD. Menurutnya Forum OPD harusnya tidak sebatas menyempurnakan dokumen yang ada tapi harus juga memperhatikan pentingnya komitmen untuk memajukan Sulbar dengan ide-ide yang inovatif.

“Sudah saatnya kita keluar dari cara-cara lama dalam melaksanakan perencanaan. Penyusunan dokumen perencanaan tidak boleh hanya dipandang sebagai siklus tahunan semata lalu melupakan substansinya. Di dalam tahapan ini, bukan  hanya dokumennya yang dituju tapi gagasan-gagasan baru,” ujarnya.

Ketika substansi penyusunan dokumen perencanaan dapat dijalankan dengan ideal maka aspek produktivitas dapat ditakar sebagai outcome dengan impact yang sangat berharga yakni daya saing.

“Tantangan kita saat ini adalah belum bisa memanfaatkan potensi yang ada. Oleh karena itu produktivitas memang harus menjadi target. Jujur saja, untuk menaikkan satu digit produktivitas, ini membutuhkan usaha yang besar,” tambahnya.

Selepas menghadiri Forum OPD yang dilaksanakan oleh BKD dan Dinas Perhubungan secara daring, Sekprov lanjut menghadiri Forum OPD yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan yang dilaksanakan di hotel Meganita Mamuju. Disini, mantan Deputi LAN RI ini menitipkan bahwa dalam menyusun perencanaan, OPD tidak boleh melupakan hal-hal yang elementer. Selain itu, setiap OPD wajib memperhatikan ketersediaan infrastruktur, SDM, serta pemanfaatan teknologi, penerapan budaya kerja serta sinergitas.

“Sinergi akan terjadi ketika ada persamaan energy. Dimulai dengan adanya konsen isu yang sama, target, serta membangun komunikasi politik. Ini adalah trend dunia. Tidak ada kesuksesan yang dihasilkan dengan mandiri. Ingat yah, sinergi adalah kunci sukses mewujudkan visi dan misi. Sama halnya dengan pemulihan Sulbar saat ini, sinergitas diperlukan agar visi kita untuk segera bangkit dan pulih dapat terwujud. Intinya kita tetap berkhidmat untuk Sulbar,” tutupnya. (*)

Komentar

News Feed