oleh

Sekolah Pengantin, Langkah Kreatif Cegah Stunting

POLEWALI MANDAR–Satu lagi, langkah kreatif dilakukan Pemkab Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Gagasan kali ini adalah membentuk yang namanya,”Sekolah Pengantin”. Seperti apa sekolah pengantin ini? Sebuah program strategi kelola keluarga sehat lewat pembelajaran stunting bagi pasangan calon pengantin.

Debut perdana sekolah pengantin ini akan dimulai 8 Juli, di Kantor Kemenag Polewali Mandar. Pesertanya, sudah ada sekitar 50 pasangan calon pengantin. Mereka berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Polewali, Matakali dan Wonomulyo.

Kantor Urusan Agama (KUA) Polewali, sangat mendukung dan mengapresiasi langkah kreatif yang dilakukan Pemkab. Para calon penganti yang kini mengurus proses pernikahannya di KUA Polewali, akan diikutkan dalam program sekolah penganti.

Kepala KUA Polewali, Sudiarto, mengakui sangat sejalan program Kementerian Agama, dalam memberikan bimbingan kepada calon pengantin. Pemerintah daerah akan terbantu mecegah terjadinya penderita stunting. Para calon pengantin nantinya akan paham upaya mencegah terjadinya stunting pada keturunan mereka.

“KUA juga terbantu dengan adanya program ini. Karena salah satu materi dari sekolah pengantin ini memberikan pemahanan kepada calon pengantin terkait kesehatan reproduksi dan pembinaan keluarga yang sehat,” tambah Sudiarto.

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Litbang, Aco Musaddad, menambahkan dalam sekolah pengantin akan fokus, pada pembelajaran bagaimana strategi membangun keluarga sehat terbebas dari stunting. “Gagasan ini lahir karena banyaknya kasus prevalensi stunting yang dipicu oleh kurang pemahaman bagi pasangan usia subur tentang stunting. Sehingga dibutuhkan intervensi sejak dini yaitu pembelajaran stunting bagi calon pengantin,” ungkap Aco Musaddad. (mkb)

Komentar

News Feed