oleh

Sebagai Generasi Penerus, Harus Berprestasi dan Sehat

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 26 di Kalsel, diramaikan dengan flashmob oleh ratusan anak Generasi Berencana (Genre) dari 34 Provinsi se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian Genre edu camp yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kiram Park, Kalsel, Jumat 5 Juli.

Laporan: Darman Tajuddin, Banjarbaru, Kalsel

REMAJA-remaja yang tergabung dalam forum GenRe dari seluruh wilayah Indonesia mengikuti pelatihan di Banjarbaru. Remaja tersebut diberikan pelatihan dan berbagai macam edukasi mengenai kesehatan reproduksi, kemandirian, perencanaan kehidupan dan sebagainya. BKKBN memandang remaja sebagai individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya akan menjadi pelaku pembangunan, sehingga harus disiapkan agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo mengatakan, bahaya dan resiko terjadinya kanker mulut rahim (kanker serviks) bisa menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa. Ia mengingatkan kepada remaja, salah satu penyebab terjadinya kanker serviks karena hubungan seksual terlalu dini. Rata-rata banyak remaja yang tidak mengetahui mengenai risiko penyakit kanker mulut rahim yang bisa terjadi akibat hubungan seksual dini atau perkawinan usia muda.

“Mulut rahim perempuan yang usianya kurang dari 18 tahun masih ektropion. Artinya masih terbuka mulut rahimnya. Apabila mulut rahim perempuan yang masih di bawah 18 tahun telah berhubungan seksual, maka itu bisa menyebabkan penyakit kanker mulut rahim 15-20 tahun kemudian,” ujar Hasto yang juga sebagai dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Hasto menambahkan, usia ideal perempuan jika ingin menikah pada 21 tahun, karena sudah mencapai kematangan secara biologis. Banyak persoalan yang akan di rasakan remaja jika menikah dibawah 21 tahun. “Banyak persoalan yang harus diketahui remaja tentang pernikahan usia dini namun mereka belum ketahui. Olehnya, melalui kegiatan edu camp ini, mereka akan diberikan pengetahuan terkait reproduksi agar mereka bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, remaja harus mau mengikuti anjuran yang ditawarkan pemerintah, salahsatu terkait pernikahan usia dini. Agar remaja bisa terhindar dari penyakit kanker serviks yang sangat mematikan. “Remaja Genre adalah calon penerus di daerahnya masing-masing. Olehnya, kalian harus menjadi generasi penerus yang sehat, berbudi pekerti baik dan berprestasi. Untuk itu, hindari pergaulan bebas, narkotika dan pernikahan usia muda. Karena 20 tahun kedepan kalian adalah generasi Genre yang menggantikan kami untuk menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga sebagai unit terkecil dari sebuah sistem masyarakat memegang peranan penting dalam masa tumbuh kembang remaja. Sejatinya pembangunan suatu negara juga diawali dari pembangunan keluarga. Keluarga bukan hanya dianggap sekedar sasaran pembangunan, tetapi merupakan pelaku dari pembangunan. Olehnya, untuk menjaga agar Genre Indonesia tidak salah jalan, terlebih keluarganya harus harmonis.

“Salah satu kegiatan yang harus kita galakkan dalam momentum Harganas XXVI Tahun 2019 adalah gerakan kembali ke meja makan dan gerakan tidak melihat media sosial dan TV pada jam 18.00 hingga 21.00. Tujuannya untuk meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga yang akan mewujudkan terciptanya ketahanan keluarga dan keluarga yang harmonis,” ujarnya.

Sahbirin berharap, agar peringatan Harganas dapat dijadikan sebagai momentum dan pemacu bagi keluarga Indonesia untuk terus-menerus berupaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas.

“Keluarga harus mengedepankan keikutsertaan keluarga dan mencerminkan penerapan empat pendekatan ketahanan keluarga yaitu, Keluarga berkumpul, Keluarga berinteraksi, Keluarga berdaya dan Keluarga peduli dan berbagi,” harapnya. ***

Komentar

News Feed