oleh

SDNK 014 Kanan Berlantai Tanah dengan Dinding Bambu

MAMASA – Kondisi Sekolah Dasar Negeri Kecil (SDNK) 014 Kanan, Desa Tamalantik, Kecamatan Tandukkalua Kabupaten Mamasa sangat memprihatinkan. Enam tahun sejak berdiri bangunannya masih berlantai tanah dan dinding anyaman bambu. Kondisi SDNK 014 Kanan menjadi viral dimedia sosial setelah diunggah oleh netizen.

Setelah mengetahui kondisi sekolah tersebut masih berlantai tanah dan berbinding bambu, Wakil Ketua I DPRD Mamasa David Bambalayuk turun meninjau langsung kondisi bangunan SDNK 014 Kanan Desa Tamalantik.

David Bambalayu menyebutkan usai meninjau langsung bangunan sekolah tersebut mengakui jika kondisi SDNK 014 Kanan cukup memprihatinkan. “Sehingga sangat layak jika dibangunkan ruang kelas baru atau ruang belajar baru,” terang David.

Lanjutnya, terlebih karena sekolah tersebut dibangun sejak tahun 2014 lalu. “Ini sekolah dibangunan sudah lama, bahkan sekarang sudah memiliki banyak siswa,” tambah legislator Hanura ini.

Selain itu, kata David sekolah tersebut sudah beberapa kali lakukan penamatan. “Sudah dua kali penamatan siswanya, sehingga sangat wajar untuk dilakukan penambahan ruang belajar,” tambah Wakil Ketua I DPRD Mamasa ini.

Ia akan menindak lanjuti persoalan sekolah tersebut. “Jadi kita akan tindak lanjuti, karena kita rencanakan hari ini memanggil Kepala Dinas Pendidikan, dimana akan memberikan saran dan masukan untuk segera merealisasikan perbaikan bangunan tahun anggaran 2021. Sekolah inikan sudah enam tahun didirikan jadi sangat wajar diberi bantuan pembangunan empat ruang kegiatan belajar,” terangnya.

Terpisah Pemkab Mamasa akan upayakan adanya tambahan ruang kelas bagi SDNK 014 Kanan untuk tahun anggaran 2021.

Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda mengatakan dengan kondisi sekolah tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

“Selaku pemerintah daerah, akan berupaya agar adanya tambahan ruang kelas bagi SDNK Kanan untuk tahun anggaran 2021,” terang Marthinus Tiranda.

Lanjut Martinus mengakui, kondisi sekolah saat ini terdapat dua ruang kelas yang memiliki bangunan permanen. “Namun ada beberapa ruang kelas yang masih darurat, berlantai tanah dan berdinding bambu,” bebernya.

Rencananya kata Martinus ruang kelas sekolah tersebut akan dibangun melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

“Tapi DAU kita tahun ini sangat minim, namun saya akan berkoordinasi, kalau tidak bisa dari DAU kita upayakan dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” terang Martinus.

Terpisah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Tutug Widodo menjelaskan terkait kondisi sekolah perlu dilihat history pendirian sebuah sekolah kecil.

“Karena yang harus diketahui arti sebuah sekolah dasar kecil, yang merupakan sekolah yang belum lengkap,” terang Tutug.

Terkadang kata dia siswa baru kelas 1, 2 dan 3, atau 4, 5 dan 6.

“Jadi waktu didirikan itu, ruang belajarnya belum cukup, karena SD Kecil menjadi pelayanan kelas jauh dari sekolah yang ada sebelumnya,” tambahnya.

Ia menyebutkan, SDNK Kanan dibangun tahun 2014 lalu, telah memiliki dua ruang kelas. “Sehingga proses untuk bisa mendapatkan bantuan, yaitu sekolah harus memperbaiki Data Pokok Pendidikan (Dakodik), yang menghitung berapa kekurangan, berapa kerusakan dan yang lainnya. Itupun harus valid datanya sehingga bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Tutug mengaku, pihak sekolah telah mengajukan permohonan. “Namun, Dapodiknya tidak singkron, sehingga belum bisa mendapatkan bantuan. Namun setelah Dinas Pendidikan melakukan pengecekan di SDNK 014 Kanan. Kita harapkan tahun 2021 bisa mendapatkan tambahan ruang kelas, kalau tidak bisa melalui DAU, maka kita gunakan DAK saja,” tandasnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed