oleh

SDN 060 Pekkabata Belajar Daring dan Luring

POLEWALI – Hari pertama masuk sekolah, Senin 13 Juli sejumlah sekolah di Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pembelajaran secara daring atau online. Tetapi ada juga sekolah menjalankan sistem luring dimana guru mengunjungi siswa di rumahnya.

Seperti halnya SDN 060 Pekkabata menggunakan dua metode dalam pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 ini. Dua metode tersebut yakni secara daring dan luring. Bagi murid yang tidak memiliki HP android maka gurunya mengunjungi rumah murid memberikan pembelajaran.

Kepala SDN 060 Pekkabata, Sitti Nurwana saat dikonfirmasi, Senin 13 Juli mengatakan hari pertama masuk sekolah baru diadakan pra proses belajar mengajar. Guru kelas baru mendata dan menghubungi satu persatu nomor kontak orangtua murid.

“Tetapi selama panemi Covid-19, kami akan melakukan proses belajar mengajar dengan dua sistem daring dan luring,” ujar Sitti Nurwana.

Bagi murid yang memiliki HP android maka akan dilakukan proses belajar mengajar secara during atau online. Jika ada siswa tak memiliki HP maka akan dikunjungi rumahnya belajar secara luring.

“Kami sudah rapat dengan guru tadi pagi (Senin) kita akan belajar secara during dan luring. Sehingga tiap wali kelas menghubungi orangtua murid bagi yang memiliki HP. Sementara yang tidak memiliki kami data juga untuk diadakan pembelajaran luring,” tambahnya.

Tetapi proses belajar mengajar secara during juga diatur waktunya. Karena kebanyakan orang tua memiliki HP bekerja pagi hari hingga siang. Sehingga pembelajaran during diatur oleh guru masing masing kelas kapan kesiapan murid bisa belajar, apakah pagi, sore atau malam.

“Jadi guru kelas berkomunikasi dengan orangtua murid menentukan waktu pembelajarannya. Begitupun yang belajar luring kapan ada waktu murid dikunjungi oleh gurunya harus ada persetujuan orang tua murid,” tambahnya.

Khusus untuk proses belajar mengajar secara luring pihaknya telah meminta guru kelas tetap menerapkan protokol kesehatan. Saat mengajar murid di rumahnya harus jaga jarak dan pakai masker serta pembelajaran yang menyenangkan.

“Tetapi pembelajaran luring harus mendapat persetujuan orangtua murid. Termasuk jika saat pembelajaran luring melibatkan lebih dari satu anak di suatu tempat harus menjaga protokol kesehatan dan seizin orangtua murid,” tandasnya. (mkb)

Komentar

News Feed