oleh

Satu Lagi DPO Terpidana Korupsi Kredit Rp 41 Miliar Ditangkap di Pasangkayu

MAMUJU – Satu persatu DPO terpidana kredit fiktif Rp 41 miliar di Bank Sulselbar Cabang Pasangkayu tertangkap. Kasus yang terjadi 11 tahun silam ini masih terus digarap penegak hukum.

Kasi Penkum Kejati Sulbar Amiruddin menyampaikan, setelah sebelumnya sudah menangkap beberapa DPO, satu lagi terpidana akhirnya tertangkap. Dia adalah Abidin Bin Senang Hati. Tim Tangkap Buron (Tabur) Tabur Kejati Sulbar mendapati Abidin di Dusun Nunu Desa Sarudu Kecamatan Sarudu Kabupaten Pasangkayu.

Satu Lagi DPO Terpidana Korupsi Kredit Rp 41 Miliar Ditangkap di Pasangkayu

Dijelaskan Amiruddin, bahwa berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulnar Johny Manurung Nomor: 86/P.6/Dip.4/02/2021 tanggal 22 Februari 2021 tim Tabur Kejati Sulbar untuk melakukan penangkapan DPO terpidana kasus Bank Sulselbar atas nama Abidin yang telah buron 11 tahun.

Penangkapan terhadap Abdidin dilakukan Senin 3 Mei 2021 sekira pukul 14.30 Wita. Tim Tabur dipimpin Asisten Intelijen Kejati Sulnar Irvan Samosir bersama Tim Tabur Kejati Sulbar yakni Kasi Penkum Kejadi Sulbar Amiruddin dan Kasi C Kejati Sulbar Mustar. Mereka dibantu Tim Intelijen Kejari Pasangkayu yaitu Kajari Pasangkayu dan Kasi Intel Kejari Pasangkayu.

Tepat pukul 20.50 Wita, tim tabur berhasil menangkap terpidana di rumahnya tanpa melakukan perlawanan. Terpidana pun dibawa oleh tim Tabur Kejati Sulbar untuk dibawa ke Kejari Mamuju.

Amiruddin menceritakan, terpidana Abidin sudah lama dicari dan diburu oleh Tim Tabur Kejati Sulbar yaitu sejak Maret 2020. Namun ia selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Pasangkayu, Kota Palu. Terpidana juga sempat melarikan diri saat Tim Tabur Kejati Sulbar menggerebek rumahnya pada Selasa 27 April 2021. Namun hari ini tim tabur sukses membekuk terpidana di Desa Sarudu.

Abidin merupakan terpidana kasus korupsi dana kredit modal kerja (KMK) pada Bank Sulselbar Pasangkayu yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 41 miliar.

Berdasarkan Putusan MA No. 1634.K/Pidsus/2010 Tanggl 16 Desember 2010, terpidana dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun, denda Rp 200 juta, subsidiair tiga bulan penjara dan uang pengganti Rp 200 juta, subsidiair tiga bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah ditangkap, yang bersangkutan dibawa ke Mamuju untuk proses eksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan. (*/ham)

Komentar

News Feed