oleh

Sapi Berkeliaran di Tempat Wisata

PASANGKAYU – Area Pantai Tanjung Babia, jadi tak elok. Kehadiran sapi yang berbaur dengan wisatawan menjadi biang masalahnya.

Padahal, pantai itu menjadi salah satu area favorit kunjungan. Setiap hari libur, ramai dikunjungi. Pantai itu cukup ramai oleh pengunjung yang ingin berakhir pekan, sambil melepas penat setelah beraktivitas selama sepekan.

Sapi Berkeliaran di Tempat Wisata

Salah seorang pemilik lapak di pantai itu, Dian, sejumlah ternak sapi sering dibiarkan berkeliaran begitu saja oleh pemiliknya. Sehingga membuat pengunjung tak nyaman menikmati suasana pantai, sambil menikmati kuliner.

“Kepala dusun, lurah dan camat sering mengimbau pemilik sapi. Tapi hanya dua hari warga patuh untuk mengikat sapi mereka. Setelah itu, kembali mereka lepas,” tutur Dian, Minggu 11 Oktober.

Gerombolah sapi juga bahkan kadang merusak barang jualan. Beberapa penjual yang meninggalkan lapak untuk mengambil bahan di rumahnya, kerap mendapati sapi-sapi itu memakan pisang atau nasi kuning yang didagangkan.

“Saya harap Pemkab Pasangkayu, khususnya Dinas Pariwisata bertindak. Jangan biarkan begini. Pengunjung juga terganggu, banyak kotoran sapi di sekitar pantai,” harapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pasangkayu, Dasteri mengatakan, ia telah berkoordinasi Kasat Sabhara Polres Pasangkayu AKP Sukaryono terkait rencana penindakan ternak yang masih berkeliaran di sekitar tempat wisata. Instansi terkait penegakan Perda yakni Satpol-PP juga akan diikutsertakan.

“Kami sudah sering mendapat penyampaian terkait sapi berkeliaran di sekitar Pantai Tanjung Babia. Kami akan menindak, dan tehnisnya akan dibicarakan antara Kasat Sabhara dan Satpol-PP dalam waktu dekat ini,” pungkas Dasteri. (r3/dir)

Komentar

News Feed