oleh

Santunan Korban Jiwa Gempa Mamuju, Penyaluran Diharap tak Tertunda

MAMUJU – Uang santunan ahli waris korban gempa di Mamuju, sudah siap. Penyalurahan diharap tak lelet.

Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju, kemarin mulai menyalurkan santunan korban gempa kepada 95 ahli waris di Mamuju. Rp 15 juta per KK.

Santunan Korban Jiwa Gempa Mamuju, Penyaluran Diharap tak Tertunda

Kepala Dinsos Mamuju Luthfi Muis menerangkan, dukungan pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) itu, disalurkan langsung lewat rekening penerima santunan.

“Jadi hari ini (Rabu 24 Februari, red) kami menyerahkan dana santunan dan tabungan rekening aktif serta ATM kepada ahli waris korban gempa bumi,” kata Luthfi saat dikonfirmasi, Rabu 24 Februari.

Ia mengaku akan mengoptimalkan penyaluran dana, namun menurutnya tidak memungkinkan menyelesaikan penyaluran dalam satu hari, mengingat jumlah penerima mencapai 95 orang.

“Jadi untuk menghindari kerumunan dan menjaga protokol kesehatan, penyaluran tidak bisa langsung selesai satu hari, apalagi saat ini angka covid-19 semakin meningkat,” kata Luthfi.

Kabarnya, pembagian santunan ditarget 15 ahli waris per hari.
Anggota DPR RI, Arwan Aras turut menghadiri penyerahan santunan, menyampaikan bahwa selain Mamuju, penyerahan uang santunan bagi ahli waris korban gempa, telah tuntas di Majene.

“Kalau di Majene ada 13 orang penerima santunan, dan alhamdulillah sudah rampung kemarin (Selasa 23 Februari, red),” ungkap Arwan.

Olehnya, Arwan berharap, Dinsos Mamuju untuk lebih pro aktif dan mengoptimalkan penyaluran agar bisa segera diterima oleh ahli waris yang saat ini tentu sangat membutuhkan dukungan tersebut.

“Dananya ini kan sudah ada, jadi tidak ada lagi alasan menunda penyaluran,” pungkas Arwan yang memang konsen mengawal bantuan pusat pascabencana gempa melanda Sulbar.

Anggota DPR Dapil Sulbar ini mengharapkan para keluarga korban agar mempergunakan dana tersebut sebaik baiknya. Dia pun mengucapkan duka mendalam dan berharap agar bersabar atas duka kehilangan.

Menurutnya, besaran dana yang disalurkan itu tentu tak senilai dengan ujian yang dihadapi keluarga korban. Namun ia menjelaskan bantuan itu sebagai upaya pemerintah memberikan kepedulian kepada masyarakat terdampak.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Sulbar, Andi Bau Akram menyebut, ada 108 korban meninggal dunia akibat gempa Sulbar. Mamuju 95 jiwa, Majene 13 orang.

Dalam proses pembayaran diberikan santunan kepada ahli waris.

Di Majene kata dia, masih terdapat dua ahli waris yang masih terkendala NIK. Soal dana, sudah siap. “Masih proses verifikasi NIK di Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) kabupaten,” tuturnya.

Di Mamuju, yang telah terbayar sampai kemarin, mencapai 28 korban. Penyaluran dilakukan secara bertahap.

Santunan 28 korban itu diterima 17 ahli waris. Perlu diketahui setiap ahli waris bisa saja mewakili dua hingga tiga korban jiwa.

Masih Perlu Duduk Bersama

Menyinggung soal penanganan bencana saat ini, Anggota DPR RI Arwan Aras menilai pemerintah daerah masih sangat lamban.

Itu berdasarkan pelaporan dan pengalaman langsungnya selama terjun di daerah terdampak gempa. Baik di Mamuju maupun Majene.

Karenanya ia berharap agar gubernur duduk bersama unsur Forkopimda menyamakan persepsi dalam menangani kebencanaan.

“Tidak ada persatuan antar semua Forkopimda ini. Saya saja mau ke atas (kantor gubernur,red) mau ketemu sama siapa yah. Karena tidak ada arah jelas,” bebernya.

Meski begitu, menurut Arwan akan ada waktu tertentu untuk mendiskusikan terkait kendala-kendala pemerintah dalam menanganai kebencanaan.

“Prinsip kerja saya, ketika orang itu bekerja, mau itu salah mau tidak, tapi dia di lapangan, jangan ganggu dia, biarkan dulu. Karena ketika kita ganggu dia, kita sampaikan sesuatu hal, yang baik pun ketika dia sedang bekerja di tempat panas-panas, itu akan lain penafsirannya,” urainya.

“Jadi kita biarkan dulu. Ketika ada waktu diskusi, ayo kita berdiskusi, apa yang menjadi problem,” tandas Arwan, Politisi PDI Perjuangan. (m5-imr/rul)

Komentar

News Feed