oleh

Santri Ponpes Salafiyah Parappe Non Reaktif, Pulang Dijemput Keluarga

POLEWALI – Untuk mengantisipasi penularan virus korona, sekira 700 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Parappe Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, akhirnya dipulangkan.

Mereka dipulangkan, setelah dua pekan jalani karantina mandiri di Ponpes Salafiyah. Sebelumnya telah mengikuti rapid test massal hasilnya non reaktif. Berdasarkan hasil pertemuan pengelola Ponpes dan pemerintah beberapa waktu lalu, disepakati proses pemulangan ratusan santri ini dilakukan secara bersamaan, Selasa 6 September, difasilitasi oleh pemerintah, dengan pengawasan ketat petugas.

Namun kenyataan, tidak sedikit santri yang memilih pulang lebih awal, baik sendiri maupun dijemput keluarganya.

Walaupun para camat dan kepala puskesmas ditugaskan menjemput santri yang akan dipulangkan ke rumah masing masing. Tetapi kebanyakan santri pulang dijemput orangtua atau keluarganya.

“Ini diluar kemampuan kami pengelola pondok, karena sudah disampaikan kepada wali santri bahwa khusus untuk santri dari Kabupaten Polman akan dijemput oleh Pemkab, ke kantor camat masing-masing. Namun faktanya banyak wali santri yang datang sendiri mengambil ankanya,” Kata salah satu pengelola Ponpes Salafiyah Ustads Busra kepada wartawan, Selasa 6 Oktober.

Menurut Busra, pihaknya tidak dapat menghalangi wali santri yang meminta membawa pulang anaknya. Diakui, banyak wali santri yang merasa lebih aman, jika datang sendiri menjemput anaknya.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika mereka (wali santri) sudah datang ke sini. Beberapa kekhawatiran setelah kami tanya ke wali santri, mereka khawatir karena merasa lebih aman kalau mereka menjemput sendiri,” ungkapnya.

Salah seorang wali santri, Nurhayati mengaku sengaja menjemput anaknya, lantaran merasa resah setelah mendapat kabar bahwa sebelum dipulangkan, santri akan kembali menjalani rapid test.

“Seperti itulah, karena di WA (whatsapp) ribut, karena ada info akan di rapid (santri). Itu yang membuat orang tua pada panik. Anak yang dipulangkan dalam kondisi sehat, kenapa mau di rapid lagi. Apalagi sudah dua kali anak di rapid test, sebelum kesini di rapid test, sampai di sini di rapid lagi,” ujar wanita yang mengaku menjemput santri dari Kabupaten Mamuju Utara.

Kepala Satpol PP Kabupaten Polman Aco Djalaluddin ikut mengkoordinasikan proses penjemputan santri Ponpes Salafiyah Parappe membantah kabar terkait rencana pemerintah melakukan rapid test kedua kalinya, terhadap santri yang akan dipulangkan.

“Tidak benar itu, kenapa mau di rapid ini orang sehat,” tandasnya.

Dia mengaku, pemerintah hanya akan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap para santri, setelah berada di rumah masing-masing.

“Nanti puskesmas yang akan melakukan tracking dan pemantauan. Yang dipulangkan ini, adalah anak-anak sehat, bukan yang positif. Pihak puskesmas tetap memantau perkembangan santri setelah tiba di rumahnya,” tegas Aco.

Sebelumnya diketahui, sebanyak 238 santri Ponpes ini diketahui positif tertular virus korona berdasarkan hasil swab. Sebagian santri yang terpapar virus, jalani perawatan di Rumah Sakit Pratama Wonomulyo, lainnya diisolasi mandiri, pada salah satu gedung khusus milik ponpes. (mkb)

Komentar

News Feed