oleh

Rumah Rusak Dibantu 10-50 juta, Pendataan Harus Obyektif

MAMUJU – Rumah rusak karena gempa bakal dapat bantuan pemerintah. Capai Rp 50 juta. Pendataan harus obyektif. Transparan.

Kepastian bantuan tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo ketika menginjakkan kaki di Mamuju, Selasa 19 Januari.

Presiden berjanji membantu warga yang rumahnya rusak karena gempa 6,2 magnitudo. Besaran bantuan menyesuaikan tingkat kerusakan masing-masing bangunan.

“Untuk rumah penduduk yang roboh pemerintah akan membantu untuk yang rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, ringan berarti yang retak-retak Rp 10 juta,” kata Presiden Jokowi, di hadapan pengungsi, di Stadion Manakarra, Mamuju, kemarin.

Olehnya, pendataan di lapangan harus obyektif dan dilakukan secara transparan.

Jokowi juga sudah menyampaikan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar terkait gedung pemerintahan yang luluh lantak.

“Untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh, setelah diaudit nanti, segera pemerintah pusat akan bangun kembali,” sebut Jokowi.

Presiden berharap, setelah bantuan pemerintah pusat dikucurkan Sulbar bisa kembali normal. Roda perekonomian dan pemerintahan bisa kembali dijalankan. Warga segera beraktivitas seperti sebelumnya.

Mantan Wali Kota Solo ini tak lupa mengungkapkan rasa duka citanya kepada para korban meninggal dunia akibat gempa yang menguncang Majene dan Mamuju.

“Saya sampaikan duka cita yang mendalam kepada korban, 80 orang meninggal yang telah ditemukan. Semoga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran,” ucapnya.

Tiba di Mamuju siang kemarin, Presiden mengecek kantor gubernur Sulbar dan objek-objek vital yang terdampak serta posko pengungsian.

Jokowi beserta rombongan tiba di Mamuju melalui Bandara Tampa Padang sekira pukul 12.00 wita. Didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Setiba di bandara, RI 1 dan rombongan langsung memantau Kantor Gubernur Sulbar. Setelah itu, bertolak ke Stadion Manakarra Mamuju mengunjungi para pengungsi. Di sana Jokowi menyapa dan membagikan langsung bantuan bantuan logistik.

“Saya datang untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik untuk pengungsi, dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik,” bebernya.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP menyebutkan, Presiden Jokowi mengapresiasi semua pihak yang telah menyiapkan tempat pengungsian layak.

“Semua pihak sudah membuat tempat pengungsian yang dinilai presiden representatif. Tinggal diperkuat di dalam, seperti sanitasinya, air bersihnya. Kalau untuk tendanya sudah aman,” kata Idris.

Pemprov Sulbar juga telah menyampaikan setiap kendala penanganan gempa kepada menteri PUPR yang mendampingi Presiden Jokowi.

“Insya Allah segera juga melakukan assessment terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh gempa. Termasuk bangunan pemerintah maupun rumah warga,” ujar Idris.

Sekprov menyebutkan, rendahnya kondisi fiskal Sulbar membuat dampak gempa semakin terasa.
“Wilayah terdampak gempa Majene-Mamuju tidak terlalu luas namun sangat memukul Sulbar, dalam arti fiskalnya yang kecil ditambah lagi dengan kebencanaan,” ujar Idris.

Pemulihan pasca gempa bakal segera dilakukan tahun ini. Postur anggarannya dari APBN.
“Itu bisa saja kalau presiden mengatakan. Itu namanya Kepresnya keluar dari segi pembiayaan,” tandas Idris. (m2/rul)

Komentar

News Feed