oleh

Rugikan Negara, Kejari Pasangkayu Tahan Kades Sarudu

PASANGKAYU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasangkayu, kembali melakukan penahanan terhadap kepala desa (kades) atas dugaan tindak pidana korupsi.

Kasi Intelijen Kejari Pasangkayu Zaki Mubarak mengatakan, yang mereka tahan kali ini Syukur Jaya, Kepala Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu.

“Penahanan dilakukan berdasarkan perintah dari kejari, karena tersangka diduga telah merugikan negara sebesar Rp 523 juta dari penggunaan anggaran tahun 2019-2020,” tutur Zaki Mubarak, Rabu 8 Desember 2021.

Kata Zaki, besaran perhitungan kerugian negara tersebut bukan dari BPKP, melainkan berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Pasangkayu.

Penahanan terhadap kades tersebut sesuai dengan pasal 21 ayat (1) dan ayat (4) KUHP yakni tindak pidana dengan ancaman di atas 5 tahun serta dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidananya lagi.

Tersangka disangkakan pasal 2 ayat (1) Subsider pasal 3 Junto pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diuabah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk barang buktinya surat-surat dan dokumen terkait penggunaan anggaran keuangan Desa Sarudu tahun 2019-2020. Untuk sementara tersangka kami titip di Rutan Polres Pasangkayu,” pungkasnya. (asp/ham)

Komentar

News Feed