oleh

RTIK Sebar 200 Narasumber, Pemda Diharap Proaktif

MAMUJU – Pasca diluncurkan, program Literasi Digital yang dikemas dalam Indonesia Cakap Digital oleh Presiden RI Joko Widodo Kamis 20 Mei 2021, Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Indonesia ikut berkontribusi terhadap upaya pemerintah pusat dalam mendorong angka melek digital di Indonesia.

Tak butuh waktu lama mengonsolidasi Relawan TIK se Indonesia agar bersiap diri menyambut program Literasi Digital yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama sejumlah komunitas literasi itu.

Ketua Umum RTIK Indonesia Fajar Eri Dianto dalam rapat terbatas bersama para calon narasumber yang dibentuk oleh Pengurus Pusat RTIK menuturkan, upaya yang dilakukan merupakan bagian dari kontribusi nyata komunitas yang dipimpinnya untuk terus mengabdi pada bangsa dan negara khususnya di sektor literasi digital.

“Sekarang inilah momentumnya. Seluruh Relawan TIK se Indonesia mesti siap untuk menunjukkan bahwa kita hadir untuk rakyat Indonesia. Siap sebagai pengayom dan memberi edukasi pada bidang yang menjadi konsen (digital) kita selama ini,” ujar Fajar Eri Dianto, Kamis 27 Mei 2021.

Lebih lanjut Fajar mengatakan, selama ini RTIK sesungguhnya telah hadir di tengah tengah rakyat Indonesia. “Tetapi momentum literasi digital ini gaungnya baru terdengar lebih besar dan makin menyemangati sahabat sahabat RTIK. Dan publik mesti tahu kehadiran RTIK bukan hanya sampai pada menjadi narasumber. Tetapi kita hadir untuk mendampingi rakyat Indonesia khususnya pada program literasi digital,” tuturnya.

Berdasarkan data yang telah dirangkum oleh pengurus pusat RTIK, tercatat 200 orang calon narasumber.

Kata Fajar, 200 narasumber ini akan diserahkan dan persembahkan kepada negara. Bahwa di RTIK ini mempersiapkan narasumber untuk mendukung program literasi digital.

Sementara itu pada forum meeting yang sama, Ketua RTIK Sulbar Mihram Rahman mengungkapkan, sejumlah calon narasumber tersebut merupakan anggota dan sebagian sekaligus sebagai pengurus RTIK dan mereka tersebar di sejumlah daerah.

Sementara untuk latar belakang mereka, kata pria kelahiran Polewali Mandar itu, mereka berasal dari pendidikan dan profesi yang beragam.

“Ada dosen ada praktisi. Kemudian dari proses seleksi memang dilakukan verifikasi keahlian. Misalnya yang konsen terhadap digital marketing, kita kelompokkan dengan yang memiliki minat yang sama. Sebab kebutuhan literasi digital di Indonesia ini kan beragam kebutuhannya. Misalnya kebutuhan literasi di wilayah Indonesia Barat tentu akan memiliki perbedaan kebutuhan dengan literasi digital yang akan digerakkan di Indonesia Timur,” katanya.

Sementara khusus untuk di Sulbar, Mihram berharap pemerintah daerah secara berjenjang mulai dari provinsi hingga tingkat kabupaten bisa proaktif. Dalam hal ini untuk menjemput program tersebut.

“Di Sulbar ini kita paham masih membutuhkan program RTIK. Tentu ini kita harapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bersama agar daerah ini bisa selangkah lebih maju. Olehnya kita berharap Pemprov Sulbar bersama jajarannya di tingkat kabupaten bisa lebih proaktif dalam melihat peluang ini. Sebab kita ketahui program ini menjadi bagian dari program yang diprioritaskan oleh pemerintah pusat dan daerah bisa mendapat banyak manfaatnya,” pungkasnya. (asp/ham)

Komentar

News Feed