oleh

Ridwansyah, Pemain Berdarah Onang-Mamuju Bersinar di Borneo

MASIH tentang pesepakbola dari Mandar. Kenapa saya tertarik mengulasnya, biar menjadi motivasi buat generasi muda khususnya yang ingin berkarir di lapangan hijau.

Oleh: Yudi Sudirman (Pemerhati/Pengamat Sepakbola)

Ridwansyah, Pemain Berdarah Onang-Mamuju Bersinar di Borneo

Bahwa meski belum ada klub sepakbola lahir dari daerah ini yang bisa menembus kasta tertinggi Liga Indonesia, setidaknya kita berbangga karena sederet pemain yang pernah memperkuat beberapa klub profesional tanah air berasal dari wilayah eks Afdeling Mandar ini.

Edisi kali ini kembali ke salah satu legenda hidup “Laskar Bukit Tursina” PKT Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Ia adalah Ridwansyah.

Pemain yang satu ini juga mempunyai andil besar untuk PKT Bontang saat menembus semifinal Liga Dunhill, sebutan untuk Liga Indonesia (Ligina)musim 1996.

Beberapa tahun berkiprah bersama PKT Bontang, prestasinya terus menanjak. Ia tak terbendung. Di Pulau Borneo (Kalimantan), Ridwasyah bersinar. Nyaris saja ia membuat sejarah bersama PKT Bontang untuk pertama kalinya menjadi Juara Liga Indonesia, andai saja tidak terhenti oleh ketajaman taji “Ayam Jantan dari Timur”, PSM Makassar.

Ridwansyah, Pemain Berdarah Onang-Mamuju Bersinar di Borneo

Pada laga final Ligina IV musim 1999/2000 kala itu, pertandingan berkesudahan 2-3 untuk kemenangan PSM Makassar. Kandaslah cita-cita Ridwansyah meraih trofi juara liga bersama PKT Bontang.

Tapi banyak bilang, wajar saja PSM Makassar juara ketika itu. Sebab sederet pemain papan atas berkumpul disana. Diantaranya, Bima Sakti, Kurniawan Dwiyulianto, Carlos de Melo, Miro Baldo Bento, Ortisan Salosa, dan salah satunya adalah pesepakbola dari Mandar, Jufri Samad. Soal Jufri, nanti saya ulas di tulisan berikutnya.

Kembali tentang Ridwansyah, pemain yang mulanya mengasah bakat di Diklat Mandau, Bontang, Kaltim, sudah malang melintang di beberapa klub sepakbola profesional Indonesia.

Sebut saja PKT Bontang, PSM Makassar, Petrokimia Putra Gresik, Mitra Kukar Tenggarong, Persitara Jakarta Utara. Tapi sepertinya, Ridwansyah tak bisa jauh dari Pulau Borneo. Karena akhirnya ia kembali ke Bontang FC dan gantung sepatu disana.

Mungkin tidak banyak yang tau kalau bek kanan pengagum Paolo Maldini tersebut berasal dari Mandar. Dalam dirinya, mengalir darah Onang dan Mamuju.

Dalam perbincangan singkat via WhatsApp dengannya, pria dengan ciri khas rambut gondrong di masa lalu itu, rupanya saat ini masih aktif bermain. Ia mengaku sering ke Mamuju dan Onang, kampung bapaknya.

“Moment paling berkesan untuk saya saat berjumpa dengan PSM Makassar di partai puncak Ligina IV musim 1999/2000. Walaupun kalah, tapi kami bangga karena PKT Bontang satu-satunya tim yang tidak menggunakan jasa pemain asing kala itu,” kenangnya.

Sekarang, beliau fokus dipekerjaan sebagai karyawan di salah satu perusahaan sembari membina SSB usia dini di Bontang. (*)

Komentar

News Feed