oleh

Rembuk Harga Gabah, Potongan Timbangan Maksimal 2 Kg

POLEWALI – Rembuk atau Tudang sipulung digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Polewali Mandar di Penggilingan CV Nurmadina, Selasa 2 Maret.

Dalam rembuk ini disepakati pedagang gabah hanya diperbolehkan melakukan potongan timbangan maksimal dua kilogram setiap karungnya. Keputusan ini berlaku setelah pelaksanaan rembuk tudang sipulung, Selasa kemarin.

Ketua Perpadi Polman Hamzah Syamsuddin menyampaikan disepakati potongan timbangan maksimal dua kilogram tersebut mulai berlaku, Rabu 3 Maret dengan harga Rp4.300 ditingkat petani sementara harga untuk tingkat penggilingan Rp4.500.

“Tadi sudah disepakati harga di lapangan itu Rp4.300 dan sampai dipenggilingan Rp4.500 dengan besaran potongan maksimal dua kilogram,” terang Hamzah Syamsuddin. Selasa 02 Maret.

Apapun yang terjadi potongan dua kilogram itu tidak boleh diganggu, tegas Hamzah Syamsuddin usai pelaksanaan tudang sipulung.

Hamzah Syamsuddin juga menyampaikan, kesepakatan tersebut mulai diberlakukan Rabu 3 Maret. Ia juga menyampaikan pihaknya tidak pernah membatasi pedagang dari luar daerah yang masuk membeli gabah. Bahkan pedagang dari luar dibolehkan membeli gabah dengan harga yang lebih besar dengan syarat mengikut aturan yakni pemotongan dua kilogram saja.

“Kalau ada yang pedagang dari luar yang mampu membeli dengan harga lebih diatas, silahkan saja tapi potongan harus tetap dua kilogram saja,” tandas Hamzah Syamsuddin.

Forum rembuk atau tudang sepulung menghadirkan berbagai pihak guna melahirkan kesepakatan untuk menjadi acuan transaksi pembelian dan penjualan gabah ditingkat petani yang dilaksanakan di tempat penggilingan CV Nurmadinah, Desa Botto Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Wakil Ketua Bupati Polman M Natsir Rahmat, didampingi Ketua Perpadi Polman Hamzah Syamsuddin, Wakil Ketua I DPRD Polman Amiruddin, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sukirman Saleh, Kepala Dinas Pertanian Hassani, Pimpinan Bulog Polewali Muhammad Junaedi, Ketua Perpadi Sulbar, Perwakilan Kapolres Polman, Perwakilan Dandim 1402/Polman, Perwakilan Dinas Perindagkop, Camat Campalagian Suwono, KTNA Provinsi Agustinus dan KTNA Kabupaten Muhammad Jafar.

Tudang sipulung tersebut dihadiri oleh beberapa petani dari berbagai penjuru di Kabupaten Polman. Kegiatan ini dilakukan agar jual beli gabah dan beras saling menguntungkan antara petani, pedagang pengumpul dan pengusahan penggilingan padi dengan cara penimbangan yang transparan.

Wakil Ketua I DPRD Polman Amiruddin, mengapresiasi Perpadi Polman yang sangat memperhatikan dan mendengarkan resahan para petani di daerah ini.

“Saya mengapresiasi kepada saudara ketua Perpadi karena mampu melakukan tugasnya dengan baik. Apa yang sudah dilakukan selama ini adalah menjadi puncak menjawab keresahan masyarakat,” kata Amiruddin.

Wakil Bupati Polman Natsir Rahmat yang membuka secara resmi kegiatan forum rembuk atau tudang sipulung, menegaskan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penentuan harga gabah agar mengambil keputusan yang seadil-adilnya yang sebijak bijaknya mengingat dan merupakan lumbung padi.

“Perubahan harga gabah dan beras akan berdampak pada harga kebutuhan pokok lainnya. Sehingga saya meminta ada hasil dari kegiatan hari ini. Untuk memutuskan kesepakatan yang tidak merugikan satu sama lain, mensejahterakan masyarakat namun tidak merugikan para pengusaha,” tutur Natsir Rahmat. (arf/mkb)

Komentar

News Feed