oleh

Rembuk Aksi, Cara Tepat Mengatasi Stunting

POLEWALI MANDAR–Program pengentasan stunting di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, ditiru Kabupaten Banggai dinyatakan sukses memecahkan persoalan stunting. Salah satu upaya dilakukan Pemkab Polewali Mandar untuk menurunkan persoalan stunting dengan mengelar ‘Rembuk Aksi’ percepatan penurunan stunting.

Rembuk Aksi stunting ini bertemakan, “Untuk anak yang lebih sehat dan berprestasi” berlangsung Senin, 5 Agustus, di ruang Pola Kantor Bupati Polman. Wakil Bupati Polman M Natsir Rahmat membuka kegiatan tersebut, dihadiri sekitar 200 peserta terdiri dari para kepala desa, camat, organisasi masyarakat, Asisten II Bidang Ekbang Sukirman Saleh, Kadis Kesehatan Suaib Nawawi, Kabid Sosial Budaya Balitbangren Polman Aco Musaddad.

Rembuk Stunting ini menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai dr Anang S Otoluwe membawakan materi Best Practice (Pengalaman Terbaik) Kabupaten Banggai dalam konversi gizi spesifik dan sensitif dalam penurunan stunting.

dr Anang menyampaikan, persoalan stunting bukan hanya tugas Dinkes saja tapi sudah menjadi persoalan yang urgen yang membutuhkan komitmen bersama. “Memperkuat komitmen bersama mewujudkan generasi emas Kabupaten Banggai melalui pencegahan dan penanggulangan stunting. Komitmen ini harus masuk dalam RPJMD,” ujar dr Anang S. Otoluwe.

Menurutnya persoalan stunting dapat diselesaikan dengan komitmen bersama mulai dari OPD, camat hingga pemerintah desa.

Wakil Bupati Polman M Natsir Rahmat menyampaikan, berdasarkan data riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan RI dalam kurung waktu 2007 hingga 2013, menunjukkan angka prevalence stunting yang masih tinggi dan terjadi pada lintas pendapatan. Sampai pada tahun ini meski angkanya menurun 30,8 persen dibanding tahun 2013 lalu sebesar 37, 2 persen. Namun angka 30,8 persen masih tergolong tinggi.

“Intervensi pemecahan stunting harus terkoodinir dengan semua stakeholder untuk menyatukan langka. Kami sudah studi banding di Kabupaten Banggai yang terbaik dalam pemecahan persoalan stunting. Kami meminta semua pemerintah mulai dari desa, camat untuk membangun contoh yang baik memberi dukungan dalam pemecahan masalah ini,” ujar Natsir Rahmat.

Kabid Sosial Budaya Balitbangren Polman Aco Musaddad mengungkapkan, Kabupaten Banggai merupakan salah satu kabupaten yang sukses dalam menurunkan angka stunting di Indonesia melalui inovasi intervensi posyandu. “Oleh sebab itu kita undang mereka kesini untuk menyampaikan pengalaman terbaiknya supaya dapat kita kembangkan di Polman melalui upaya inovasi yang baru,” terangnya.

Lanjutnya, sebelumnya Pemkab Polman sudah berkunjung ke Banggai dengan membawa para Kepala PKM untuk melihat langsung upaya mereka dalam menurunkan angka stunting. Ini merupakan kunjungan balaaan dari mereka.

Aco Musaddad menambahkan salah satu inovasi Pemkab Polman dalam upaya penurunan stuntung saat ini adalah sekolah pengantin dimana peraturan daerahnya akan segera diterbitkan. “Melalui sekolah pengantin prevalence stunting di Polman akan menurun,” tandas Aco Musaddad. (arf)

Komentar

News Feed