oleh

Relokasi Pemukiman Pasca Gempa

MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Muhammad Idris,  mendampingi Gubernur Sulawesi Barat berkunjung ke Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. 

Kunjungan tersebut  turut dihadiri sejumlah pimpinan OPD yang juga tergabung dalam pos komando transisi darurat ke pemulihan.

“Maksud kunjungan ini merupakan tindak lanjut rencana relokasi yang ada di Kabupaten Majene pasca gempa 6.2 magnitudo. Awalnya kita menentukan ada 15 titik kampung yang akan direlokasi namun kemudian setelah melakukan pengkajian mendalam maka mengkrucutlah pada di 10 kampung saja. Dibeberapa kasus, relokasi dilakukan karena memang sudah tidak direkomendasikan untuk pemukiman di atas tanah tersebut karena adanya patahan. Jadi sangat rawan dengan longsor. Ini semua berdasarkan studi geologi. Meskipun demikian kita disini sudah tidak berteori lagi tapi akan langsung ke prakteknya,” ujarnya.

Menindaklanjuti rencana rekolasi tersebut maka sejumlah kesepakatan dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Majene telah dilakukan agar target dapat segera terealisasi.

“Yah, kami sudah beberapa kali pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Majene. Sudah ada kesepakatan bahwa pembiayaan pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemkab Majene kecuali pembebasan lahan di Desa Kabiraan. Disini ada sharing antara pemkab dan pemprov. Mengingat  beban pemkab yang cukup besar. Di lain sisi, di Desa Kabiraan ini juga akan dijadikan sebagai model Desa Tangguh Bencana”, tambahnya.

Salah satu syarat dari Desa Tangguh Bencana adalah tersedianya sebuah tempat atau tanah yang lapang sebagai tempat berkumpul atau titik evakuasi bagi warga ketika terjadi bencana.  Selanjutnya untuk kebutuhan relokasi maka tempat tersebut nantinya akan menjadi tempat yang layak huni dengan ketersediaan air bersih yang baik, sanitasi, keamanan lingkungan dan kerawanan bencana.

“Kementerian PUPR  melalui Ditjen Ciptakarya sudah berjanji akan membangun desa yang tahan gempa dan kita juga komitmen untuk  menjadi desa yang tangguh bencana. kehadiran bapak Gubernur disini untuk menyemangati kita semua agar kita tidak kehilangan harapan” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Idris juga mengajak kepada pemuda di desa kabiraan untuk melakukan penghijauan di wilayah longsor dengan menanam sukun, kemiri dan durian indukan.

“Bapak Doni Monardo selaku kepala BNPB sudah pernah menyampaikan bahwa untuk mengurangi resiko longsor di Ulumanda ini maka bisa dilakukan dengan penanaman 3 jenis pohon agar tanah menjadi lebih kuat. Nah, jika ada komunitas pemuda di desa ini yang dapat lakukan itu, segeralah lakukan. Langsung praktek. Langsung lakukan. ketika itu berhasil sampaikan segera untuk mendapatkan  kompensasi sebesar 100 juta rupiah dari BNPB”, tutupnya. (DC6)

Komentar

News Feed