oleh

Relawannya Dianiaya, Ipmapus Desak Polisi Tangkap Pelaku

MAMUJU – Kamis dini hari, 25 Februari 2021, sekira pukul 00.30 Wita, tiga relawan di Posko Ipmapus, diserang secara fisik.

Riadi Syam, Ahmad dengan Akbar, adalah tiga relawan yang menjadi sasaran penganiayaan. Menurut mereka, mulanya tiga orang lelaki singgah di posko, lalu menanyakan soal sembako.

Relawannya Dianiaya, Ipmapus Desak Polisi Tangkap Pelaku

“Seorang pria gondrong lalu bertanya, yang mana Adi. Bergitu Adi menjawab. Orang itu langsung memukul dengan menggunakan botol,” ungkap Riadi, Kamis siang, 25 Februari 2021.

Riadi menceritakan, ia mengalami luka di pelipis kiri dan kanan, luka bekas pukul di dagu, dan ia juga mengaku kena hantam di bahu kiri.

“Saya sempat ditusuk di bagian perut menggukan botol. Untung botol itu tidak pecah, sehingga perut saya tidak luka,” tutur Riadi.

Sementara itu Ahmad, rekan Riadi, mengaku juga kena tendang di bagian paha kiri. Sedangkan Akbar masih sempat menghindar dan berteriak meminta pertolongan. Pelaku kemudian melarikan diri. Karena pelaku juga panik, satu motornya juga tertinggal di depan posko. Motor itu bernopol DD 6419 Z, jenis Yamaha Jupiter.

Usai penyerangan, Riadi Syam melalorkan kejadian ini ke Polres Mamuju. Salah satu pelaku memiliki ciri-ciri berambut gondrong, bertubuh sedang, berkumis dan berjenggut.

Sementara itu, sejumlah aktivis di Posko Ipmapus mendesak agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini, menangkap pelaku dan membongkar motifnya. (ham)

Komentar

News Feed