oleh

Raup Rezeki Melalui Media Sosial

DUA bulan terakhir, Nurhikma, Yuyun dan Yulfah mengalihkan usahanya ke dunia digital. Awalnya coba-coba, lama-kelamaan penjualan semakin membaik.

Laporan: Adhe Junaedi Sholat, (Mamuju, Sulbar)

Raup Rezeki Melalui Media Sosial

Pemanfaatan media sosial, terutama Instagram dan Facebook dapat menciptakan peluang. Tidak hanya bagi relasi namun juga peluang bisnis. Itulah yang coba dipraktikkan ketiga perempuan tersebut.

Hanya dengan cara mengunggah foto kue yang mereka buat ke Facebook dan Instagram lalu ditambah caption menarik, sudah cukup mendapat pasar tersendiri.
Calon pembeli bisa memilih sendiri makanan yang diinginkan dari foto-foto yang ditampilkan. Pemesan pun bisa datang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak sekolah hingga pegawai kantoran.

Bagi mereka, bisnis online memiliki keuntungan sendiri. Tidak butuh tempat berjualan dan lebih efisien waktu. Jika dihitung-hitung, bisnis online lebih menjanjikan daripada harus membuat pamflet atau gerai.

Beralihnya konsep penjualan manual ke konsep digital itu dilakukan karena sejak pandemi Covid-19, usaha yang mereka rintis beberapa tahun lalu nyaris tanpa penghasilan.

Omset bisnis kue ‘Nh Dessert’ dan ‘Dessert Bittes’ yang terletak di Jalan Umar Dar, Kelurahan Rimuku, Mamuju, Sulawesi Barat itu, bahkan sempat terhenti karena kurangnya pembeli. Belum lagi, banyak bahan kue terpaksa dibuang karena kedaluwarsa.

“Sempat berhenti beberapa minggu, tapi kami bertiga coba-coba untuk jual online. Awalnya cuma sedikit respon, lama-lama sudah banyak pesanan. Ini berkat bantuan teman juga mau bantu promosikan,” kata Owner Dessert Bittes, Yuyun, usai menyiapkan pesanan orang, Sabtu 28 November.

Hanya saja, lanjut Yuyun, bisnis online juga memiliki kekurangan. Kadang dalam proses pengantaran, bentuknya sedikit rusak. Sehingga saat diterima pembeli, bentuknya tidak lagi sesuai seperti di foto.

“Itu yang menjadi catatan untuk kami perbaiki. Makanya kami selalu sampaikan ke kurir agar hati-hati,” sebutnya.

Meski demikian, Yuyun mengaku, metode online bisa dipakai siapa saja. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Ketika pergerakan manusia dibatasi, digital menjadi salah satu wadah meraup rezeki dengan berjualan.

“Pandemi jangan dijadikan alasan untuk tidak berbuat apa-apa. Banyak cara lain menciptakan peluang,” tutur Yuyun.

‘Nh Dessert’ dan ‘Dessert Bittes’ merupakan salah dua brand kue di Mamuju yang menawarkan berbagai macam pilihan makanan pencuci mulut atau kudapan. Mereka meyakini sajian kue mereka dapat membuat penikmatnya ketagihan.

Kombinasi dari cita rasa yang manis dan tampilan cantik, menjadikannya sulit ditolak. Seperti Puding Regal, Puding Oreo, Salad Buah, Donat Bomboloni, King Mango, Choco Cheese Braid dan Churros.

Kata Nurhikma, berbagai macam menu tersebut dipilih karena banyak disukai kaum milenial. Bernuansa modern. Makanan kekinian. Tidak hanya di Mamuju, melainkan di berbagai daerah.

“Selain itu, simpel dalam pembuatan. Paling penting banyak disukai remaja saat ini,” pungkas Nurhikma. (***)

Komentar

News Feed