oleh

Rancangan APBD-P Mamuju, Diwarnai Hujan Kritik

MAMUJU – Menilai Rancangan APBD Perubahan Mamuju Tahun 2021, sejumlah fraksi di DPRD Mamuju melontarkan kritik. Terutama terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang turun hingga 48,33 persen dan sejumlah kebijakan Pemkab Mamuju.

Fraksi Karya Perjuangan Sejahtera (KPS) menilai, adanya pengurangan PAD yang signifikan merupakan raport merah dan mencerminkan buruknya kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Mamuju. Terutama dalam mengelola sumber-sumber PAD.

“Ini sebaiknya menjadi bahan evaluasi, dan pengawasan terhadap pengelolaan pendapatan. Ini mesti diperketat,” kata Sugianto saat dikonfirmasi, Rabu (15/9/2021).

Selain itu, ia menilai kinerja Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud, selama tujuh bulan terakhir memiliki ciri khas tersendiri. Yakni ingin bergerak cepat, namun tak dibarengi dengan gerak cepat oleh aparatnya.

“Entah kenapa. Apa karena Bupati dan Wakil Bupati ini sangat berwibawa atau karena dasarnya memang mereka (aparat,red) masa bodoh. Atau mungkin karena terlalu tegang pasca Pilkada. Atau karena ada momen sakral yang namun belum terlaksana,” ungkapnya.

Terkhusus di internal DPRD Mamuju, lanjutnya, sudah satu tahun komunikasi Sekretariat DPRD Mamuju dan Ketua DPRD Mamuju tidak lancar. Menurutnya, itu perlu dicermati bersama. “Yang paling kontroversial, soal kebijakan mutasi PNS yang baru-baru terjadi,” ujar Sugianto.

Menurutnya, kebijakan mutasi yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, dengan mengubah status non job 57 pejabat eselon III dan VI, dan menurunkan jabatan eselon, tidak disertai dengan pemberitahuan ataupun konseling atas pelanggaran yang dilakukan.

“Namun berkembang di pembicaraan publik bahwa mereka diberlakukan karena adanya laporan mata-mata di momen Pilkada. Sebenarnya kami paham dan maklum bahwa Bupati dan Wakil Bupati melakukan itu semua karena tidak bisa lagi membendung orderan dan desakan serta permintaan dari tim sukses yang mungkin merasa belum kering keringatnya sebagai relawan pada momen Pilkada. Tapi menurut kami hal seperti ini, tidak bisa dibiasakan karena akan mencederai sistem pemerintahan di daerah,” jelas Sugianto.

Selain itu, Sugianto juga meminta kepada OPD terkait, untuk menunjukkan juknis terkait penyaluran dana stimulan dalam bentuk bahan bangunan, bukan berupa uang tunai. “Kami mau lihat juknisnya. Apakah memang benar ada petunjuk dari pusat agar disalurkan dalam bentuk bahan material,” ungkap Sugianto.

Sementara, Ketua Fraksi PAN DPRD Mamuju, Masramjaya mempertanyakan, anggaraan belanja setelah perubahan senilai Rp 1 triliun, mengalami defisit anggaran sebesar Rp 18,7 miliar. Sehingga ia mempertanyakan anggaran apa yang akan digunakan untuk menutupi defisit tersebut.

“Apakah RAPBD perubahan ini sudah dicermati dengan baik dan benar? Karena banyak sekali perubahan anggaran yang signifikan,” ujar Masramjaya.

Sementara, Ketua Fraksi Nasdem, Yudiaman Firusdi mengungkapkan, sebaiknya Pemkab Mamuju mencari potensi sumber PAD yang memungkinkan dikelola di tengah kondisi pandemi covid-19. “Kami pahami jika kondisi pandemi ini menyebabkan beberapa sumber PAD melemah. Tapi kan masih banyak sumber lain yang bisa digali lagi,” ungkap Yudiaman.

Sementara, Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi menjelaskan, realisasi PAD hingga September 2021 yakni sebesar Rp 24,7 miliar. Menurutnya, beberapa upaya telah dilakukan Pemkab Mamuju untuk memaksimalkan PAD. Diantaranya, memasang alat perekam transaksi TMD dan M-Pos yang sempat ditarik pasca gempa bumi, akibat rusak.

“Untuk defisit anggaran sebesar Rp 18,7 miliar, dapat ditutupi dari sisa lebih anggaran di tahun sebelumnya. Itu sudah termuat dalam laporan keuangan kami,” ujar Sutinah.

Sementara, terkait pendapat Fraksi KPS terkait kebijakan mutasi, Sutinah menganggap hal tersebut adalah sebuah masukan dan saran, dan pendapat tersebut akan dijadikan bahan evaluasi dalam mutasi selanjutnya.

“Tentu ini masukan untuk kami, agar kedepannya kami bisa menjalankan roda pemerintahan dengan sebaik-baiknya,” tutup Sutinah. (rzk/dir)

Komentar

News Feed