oleh

Rakor Cegah COVID-19 di Masa Libur Panjang  

MAMUJU–Sehari setelah rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI), Mahfud MD, Wakil Gubernur Provinsi Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, Sabtu 24 Oktober, langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor), di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulbar.

Liburan panjang jelas Enny, sangat rentan terjadi pengumpulan massa, sebabkan momen peringatan budaya keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW. ”Perlu dilakukan antisipasi pencegahan atau imbauan yang bersifat halus. Supaya tidak memicu ketersinggungan yang sarat dengan keagamaan.” kata Enny.

Menurut Enny, pemerintah tidak bermaksud menakut-nakuti masyarakat. Akan, tetapi memang harus dilakukan antisipasi demi keamanan masyarakat. ”Secepatnya kita akan melakukan tindakan karena waktu kegiatan libur dan cuti bersama sudah tidak lama lagi,” ungkap Enny.

Namun, Enny sangat berharap, agar melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, nanti apa yang ingin dicapai dapat terwujud sesuai harapan bersama.

Tidak hanya itu, lanjut Enny, Pemprov Sulbar juga akan mengundang para bupati se-Sulbar untuk membahas bagaimana mengantisipasi pengumpulan massa dalam peringatan maulid dan budaya keagaman di Sulbar.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang ditetapkan 20 Mei 2020 lalu, bahwa cuti bersama di bulan Oktober, yaitu tanggal 28 dan 30 Oktober 2020.

Sedang, 29 Oktober merupakan libur nasional memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena, berdekatan dengan libur akhir pekan Sabtu dan Minggu, yakni 31 Oktober dan 1 November 2020, sehingga libur panjang sebanyak lima hari. (*/mus)

Komentar

News Feed