oleh

Pupuk Urea Langka, DTPHP Tambah Pasokan 1.098 Ton

MAMUJU – Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Mamuju, Alwinuddin, pandemi Covid-19 berdampak pada kelangkaan pupuk urea.

Agar petani tak kelabakan, Alwinuddin mengaku, telah berkomunikasi dengan PT Pupuk Kalimantan Timur agar menambah pasokan pupuk urea, untuk Mamuju.

Pupuk Urea Langka, DTPHP Tambah Pasokan 1.098 Ton

“Alhamdulillah kami dapat tambahan 1.098 ton. Sebelumnya hanya 5.003 ton. Sekarang jadi 6.101 ton,” kata Alwinuddin, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 8 Oktober.

Agar proses distribusi pada pengecer dilakukan secepatnya, Alwinuddin mengaku, bakal berkoordinasi dengan distributor.

“Untuk harga, kami mengacu pada HET (Harga Eceran Tertinggi, red) dan tidak boleh ada permainan harga. Kami akan pantau proses pendistribusiannya,” jelas Alwinuddin.

Salah seorang petani dari Desa Saletto Kecamatan Simboro, Muhaimin membenarkan jika pupuk urea sulit ditemukan di pasaran. Menurutnya itu sangat menyulitkan petani apalagi pada saat seperti sekarang ini, sedang memasuki musim tanam.

“Sudah beberapa bulan susah dicari pupuk urea. Kondisi cuaca saat ini bagus untuk menanam, jadi pupuk sangat kami butuhkan,” singkat Muhaimin. (m5/jsm)

Komentar

News Feed