oleh

Puluhan Petugas Medis Jalani Karantina Mandiri

POLEWALI – Kontak dengan pasien yang dinyatakan positif hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) atau rapid tes. Puluhan tenaga medis RSUD Polewali terpaksa menjalani karantina mandiri di rumah masing masing.

Lebih dari 20 orang petugas medis RSUD Polewali yang kontak langsung dengan pasien yang hasil rapid tesnya positif. Hal ini terjadi karena pasien tersebut masuk IGD dengan keluhan bukan ciri ciri penyakit korona tetapi setelah dirawat di ruang perawatan ternyata hasil rapid tesnya positif. Sehingga pasien tersebut dipindahkan ke ruang isolasi Covid-19 RSUD Polewali.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Polewali dr Mustaman dikonfirmasi, Senin 13 April membenarkan 20-an petugas medis RSUD Polewali jalani karantina mandiri di rumah masing masing karena kontak dengan pasien tersebut.

“Setiap petugas medis yang sudah melakukan penanganan terhadap pasien yang rapid tesnya positif diminta melakukan karantina mandiri. Apabila ada yang merasakan gejala akan dilakukan rafid tes,” terang dr. Mustaman.

Dua pasien RSUD Polewali yang positif berdasarkan hasil pemeriksaan rafid tes masih dirawat di ruang isolasi. Pihaknya telah melakukan pengambilan darah dan swabnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan di Makassar. Sementara lima pasien yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi berstatus PDP telah dipulangkan untuk menjalani karantina mandiri di rumanyan. Pasien tersebut setelah dilakukan rapid tes kedua kalinya dinyatakan negatif.

Terkait dengan adanya beberapa perawat yang dikarantina mandiri, dr Mustaman menjamin pelayanan di RSUD Polewali tetap berjalan seperti biasanya. Karena tugasnya diambil alih oleh rekan perawat lainnya.

Ia juga menyampaikan, RSUD Polewali akan melakukan rafid tes bagi seluruh tenaga medis dan pegawai RSUD Polewali. “Kita akan melakukan pemeriksaan rafid tes untuk semua pegawai, jika bukan besok atau lusa kita laksanakan,” tandasnya. (mkb)

Komentar

News Feed