oleh

Pulihkan Trauma Anak di Pengungsian

MAMUJU – Seperti halnya orang dewasa, anak juga bisa mengalami trauma psikis. Trauma pada anak akibat kejadian-kejadian tertentu sering kali memberikan efek jangka panjang, anak menjadi lebih cemas dan takut.

Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), hadir dengan program psikososial di Mamuju guna memberikan hiburan kepada anak-anak korban gempa.

Relawan MDMC berasal dari Sulbar, Sulteng, Sulsel, Sultra dan Jatim, mereka mengajak anak-anak melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan, di tenda-tenda pengusngsian di halaman Masjid Muhammadiyah Fastabiqul Khaerat Mamuju.

“Relawan MDMC selain menyalurkan bantuan, membantu evakuasi dan memberikan pelayanan kesehatan, juga ada psikososial pemulihan trauma korban gempa khususnya anak-anak,” kata Ketua MDMC Sulbar, Rusli, Minggu 24 Januari.

Mengajak anak-anak beraktivitas di pengungsian seperti senam, bernyanyi, bermain serta penguatan spiritual seperti mengaji, dianggap bisa mengurangi trauma.

Bahwa anak di pengungsian mudah merasa jenuh dan aktivitasnya terbatas, bergabung dengan orang lain yang kemungkinan belum dikenalnya sehingga kesulitan beradaptasi.

Ketua Tim Psikososial MDMC, Hana Pertiwi mengatakan, anak-anak juga diberikan edukasi tentang pencegahan virus korona.

“Psikososial ditangani oleh relawan yang bertugas di layanan PSP (Psychosocial Support Program, red) PMI (Palang Merah Indonesia, red). Anak-anak juga diajarkan apa yang harus dilakukan, jika terjadi bencana,” tandas Hana. (ra/jsm)

Komentar

News Feed