oleh

Pulihkan Fisik Sebelum Unjuk Gigi

PERJALANAN panjang dari Makassar cukup menguras stamina. Sembilan jam hingga tiba di Rocky Hotel Plaza, Padang. Untung saja, duta Sulbar di MTQ 2020 punya waktu luang hingga Sabtu 14 November.

Laporan: Adhe Junaedi Sholat, (Padang, Sumatera Barat)

Kemarin, Tari Sentak Baindang dari Sanggar Tuah Sakato binaan Dinas Pariwisata Sumatera Barat, menyambut kedatangan rombongan kafilah Sulbar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sekira pukul 11.10 WIB.

Melalui tarian, duta Sulbar dipertontonkan cerita awal mula masuknya Agama Islam di Sumatera Barat ratusan tahun silam. Kedua provinsi diharap bisa saling mengenal sejarah dan budaya masing-masing.

Dari BIM, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Rocky Hotel Plaza. Tempat rombongan 67 orang menginap selama hampir dua pekan ke depan.

Dalam perjalanan sekira satu jam tersebut, rombongan disuguhkan pemandangan Kota Tercinta, julukan Kota Padang. Melewati beberapa rumah Minang khas Padang, juga beberapa sungai, salah satunya Sungai Pasir Jambak.

Tiba di hotel, para kafilah yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII tahun 2020 di Padang, Sumatera Barat, diminta langsung beristirahat.

Perjalanan panjang dari Makassar cukup menguras stamina. Jika dihitung, rombongan menghabiskan waktu sekira sembilan jam perjalanan, sejak berangkat hingga tiba di Rocky Hotel Plaza.

Untung saja, tak ada agenda berat dua hari ke depan. Hanya siang ini, registrasi peserta. Artinya, kafilah memiliki waktu luang untuk tetap berlatih ringan sebelum unjuk gigi, sehari setelah pembukaan MTQ pada Sabtu 14 November, mendatang.

Kepala Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Kemenag Sulbar, Misbahuddin mengatakan, telah melakukan berbagai persiapan registrasi peserta. Seperti kelengkapan berkas administrasi pendaftaran. Kafilah juga sudah dikelompokkan berdasarkan cabang lomba yang bakal diikuti. Masing-masing kelompok didamping pelatih dan pembinanya.

“Kafilah full istirahat, tidak lagi keluar-keluar kamar. Setelah breafing istirahat lagi. Kita usahakan besok pagi (hari ini, red) registrasi peserta. Waktu istirahat cukup panjang, dari 12 hingga 14 November,” paparnya, Rabu 11 November.

Pada pembukaan MTQ nantinya, hanya 17 orang perwakilan yang bakal ikut menghadiri. Kondisi pandemi Covid-19 tentu jadi alasannya.

Panitia memutuskan membatasi jumlah peserta.

Untuk menghapus rasa kecewa, pembukaan MTQ oleh Presiden RI Joko Widodo di Main Stadium di Nagari Sikabu di Kabupaten Padang Pariaman, dapat disaksikan kafilah Sulbar melalui siaran televisi.

“Jarak tempat pembukaan dari hotel sekira satu jam. Bukan di Kota Padang, tapi di Kabupaten Padang Pariaman. Tidak semua hadir karena pandemi. Terbatas sekali,” beber Misbah.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersama rombongan rencananya bakal hadir memantau dan memberikan dukungan langsung kepada para kafilah.

“Saya dengar informasinya seperti itu. Rencananya 14 November. Katanya bakal satu pesawat dengan Menteri Agama,” ujar Misbah.

Tim medis kafilah, dr Agung Pratama memastikan, dirinya bersama salah salah seorang perawat bakal memantau perkembangan fisik dan kesehatan para kafilah selama berada di Padang.

“Selama berada di sini, setelah salat subuh kami cek suhu tubub peserta dan tanya keluhannya. Malam harinya akan dicek lagi suhu dan kondisi fisiknya. Kami juga bakal berikan vitamin setiap pagi dan malam. Pagi untuk menbuster tenaga dan malam untuk memulihkan,” tutur dr Agung, salah satu dokter di RS Regional Sulbar.

Kepala Bagian Kesra Sulbar, Razak menekankan, selama berada di Padang, kafilah dan seluruh rombongan harus betul-betul mematuhi protokol kesehatan dari Pemprov Sumatera Barat. “Tentu, jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” tekan Razak. (***)

Komentar

News Feed