oleh

Project Hope Salurkan Rp 1,8 Miliar

MAMUJU – Yayasan Project HOPE menyerahkan bantuan bencana gempa bumi Sulbar Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, Rumah Sakit Regional Sulbar dan Puskesmas Dungkait Mamuju di Aula Kantor Dinkes Sulbar, Kamis 17 Juni, secara seremonial.

Emergency Response Senior Manager For Asia Pasific Yogi Mahendra mengatakan, bantuan  peralatan kesehatan medis, obat-obatan dan APD covid-19 ini sebanyak 97 item. Jika di rupiahkan mencapai Rp 1,8 miliar. Bantuan ini tersalurkan atas permintaan Dinkes Sulbar, RS Regional Sulbar dan Puskesmas Dungkait Mamuju saat melakukan pertemuan.

Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program penanggulangan bencana gempa bumi yang melanda Sulbar, khususnya Kabupaten Mamuju dan Majene. Sejak terjadinya gempa, pihaknya sudah menurunkan tim untuk tanggap darurat di wilayah Dungkait, Tapalang Barat. Kemudian berakhir pada Februari.

“Sebelum berakhirnya operasi, kami berdiskusi dengan Dinkes Sulbar, RS Regional Sulbar dan Puskesmas Dungkait, ternyata masih ada permintaan untuk support dalam bentuk pengadaan alat. Permintaan tersebut kami sampaikan dengan pimpinan di pusat. Akhirnya pimpinan memutuskan untuk membantu alat-alat medis, obat-obatan, APD serta suplai,” ujarnya.

Yogi berharap, bantuan ini dipergunakan semaksimal mungkin untuk pelayanan masyarakat. Selain itu, peralatan yang diberikan dapat dirawat dengan baik, agar bisa digunakan lebih lama lagi.

Kepala Dinkes Sulbar drg. Asran Maddy mengapresiasi bantuan yang disalurkan Yayasan Project Hope di Sulbar. Bantuan peralatan kesehatan dan sarana prasarana ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Sulbar

“Kami atas nama Dinkes Sulbar sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas bantuan peralatan kesehatan yang diberikan oleh Project Hope. Pasca gempa, Sulbar khususnya Mamuju dan Majene yang terdampak bencana gempa bumi sangat membutuhkan banyak bantuan, bukan hanya dibidang kesehatan tetapi disemua bidang. Dengan adanya bantuan ini, akan mengurangi kebutuhan Sulbar khususnya terkait kesehatan,” ujarnya.

Asran berharap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin terutama untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan kesehatan.

“Bantuan yang kita terima di Dinkes Sulbar lebih banyak untuk penanganan covid-19. Seperti masker N95 sebanyak 400 box, baju APD Hasmat, dan peralatan kesehatan lainnya. Ini karena saat itu kebutuhan untuk penanganan pasien covid-19 sangat tinggi,” ujarnya. (ian/ajs)

Komentar

News Feed