oleh

Program Marasa Diharap Mengurangi Angka Kemiskinan

MAMUJU – Program Mandiri, Cerdas, Sehat (Marasa) terus digalakkan Pemprov Sulbar.

Merupakan program strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulbar guna meningkatkan desa tertinggal menjadi desa berkembang.

Program Marasa Diharap Mengurangi Angka Kemiskinan

Konsep yang dijalankan melalui beragam kegiatan dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi masyarakat serta menekan kemiskinan di provinsi ke-33 ini.

Yang kita laksanakan melalui Marasa sesuai dengan keinginan kita untuk berkembang. Mulai IPM, pendidikan, ekonomi, kesehatan itu ada di Program Marasa, tutur Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar di Kantor Gubernur Sulbar, Senin 23 November.

Program Marasa kedepan dapat menjadi model pembelajaran desa dalam merencanakan program pembangunan. Dia pun mengingatkan agar transparan dan tidak melanggar regulasi dalam menjalankan program ini.

Jangan fiktif, mark-up, dan didasari atas kepentingan orang banyak, tegas Gubernur Ali Baal dalam Forum Group Discussion (FGD) terkait Program Marasa.

Program Marasa Diharap Mengurangi Angka Kemiskinan
Kepala DPMD Sulbar Muhammad Jaun menandatangani berita acara hasil validasi IDM 2020.

Ali Baal juga mengatakan, program Marasa diharapkan dapat menjadi sebuah model pembelajaran desa dalam perencanaan program atau kegiatan desa berbasis pada data yang ada di desa, dan tata kelola pemerintahan serta pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, baik dengan melihat potensi dan produk unggulan yang ada di desa, serta permasalahan yang dihadapi oleh desa itu sendiri.

Disebutkan, melalui program Marasa , di tahun pertama 2019, dengan mensasar 72 desa, yang masih masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal, diberikan bantuan keuangan khusus (BKK) sebesar Rp21,5 miliar melalui APBD

Provinsi Sulbar. Di tahun 2020, lanjut diarahkan kepada 190 desa lokus dengan total anggaran Rp 38 miliar, dimana setiap lokus mendapat alokasi anggran sebesar Rp 200 juta.

“Saya berharap ada dukungan, khususnya dari pemkab se-Sulbar untuk bisa lebih memberikan support, sehingga program ini betul-betul optimal pemanfaatannya bagi masyarakat yang ada di enam kabupaten,” harap lelaki yabg akrab disapa ABM

Kepala DPMD Sulbar, Muhammad Jaun mengatakan FGD dilaksanakan demi keberlanjutan program strategis tersebut, pada 2021 mendatang. Di FGD ini pihaknya juga merumuskan pola terbaik untuk Program Marasa, menyamakan persepsi dengan melibatkan semua unsur.

“Kita optimistis, program ini masih dapat dilanjutkan dan realisasinya akan lebih baik lagi di tahun 2021,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Marasa digulirkan pada tahun 2019 dengan menyasar 72 desa tertinggal dari 575 desa dengan kondisi pada saat itu terdapat 437 desa atau 76 persen masih dalam status tertinggal dan sangat tertinggal.

Berdasarkan data indeks desa membangun, 2018 dari hasil evaluasi program pada tahun 2019 dengan memanfaatkan bantuan keuangan khusus Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp 21,5 miliar pada implementasi dalam dua kegiatan pokok yaitu pembangunan sarana dan prasarana Desa sebesar 16,07 miliar dan sarana prasarana mencakup kegiatan ekonomi kesehatan pemukiman pertanian pendidikan informasi dan publikasi.

“Allhamdulillah pemanfaatan program 2019 dalam peningkatan angka 1 tahun 2020 ini . Tidak dapat dipungkiri, masih terdapat beberapa kelemahan kelemahan dalam pengimplementasian program merasa 2019 hingga tahun 2020 ini telah dilakukan penyempurnaan kesempurnaan utamanya terkait dalam hal perencanaan dan tata kelola dalam pelaksanaan program-program melalui bantuan keuangan kepada desa,” sebut Jaun(imr/rul)

Komentar

News Feed