oleh

PPKM Level 3, Lintas Provinsi Pakai Kartu Vaksin

POLEWALI – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di lima kabupaten se-Sulbar, berimbas pada kelancaran lalu lintas perbatasan Sulbar-Sulbar.

Polda Sulbar kembali melakukan penyekatan di perbatasan itu, untuk membatasi aktivitas keluar-masuk masyarakat di wilayah Sulbar. Meski demikian, penyekatan tidak berlangsung 24 jam seperti pelaksanaan penyekatan menjelang Idul Fitri lalu.

Dalam penyekatan yang sudah berlangsung tiga hari, puluhan pengendara terpaksa putar balik. Itu akibat tak dapat menunjukkan sertifikat vaksin.

Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono mengatakan, dalam rangka menindaklanjuti penetapan pemerintah, semua pengendara baik roda empat maupun roda dua dilarang melintas di jalur perbatasan Sulbar jika tidak bisa menunjukkan kartu vaksin. Minimal dosis pertama dan hasil swab antigen.

“Berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021. Penyekatan ini berlaku mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Siapapun yang masuk perbatasan Sulbar, kecuali ASN, TNI, dan sebagainya yang tertera dalam peraturan, harus menunjukkan surat jalan dan kartu vaksin minimal dosis pertama atau antigen sehari sebelumnya,” terang AKBP Ardi Sutriono.

Ia menegaskan, terkait PPKM di masa pandemi Covid-19, pihaknya terus berupaya melakukan penyisiran semua jalur tikus di wilayah ini. Ia memastikan tak ada jalur yang dapat dilalui, selain penghubung antara provinsi. Sebab dipisahkan oleh sungai.

Petugas melakukan pemeriksaan, mulai dari KTP, keterangan test antigen hingga SIM pengguna jalan. Pengendara yang tak dapat menunjukkan surat yang dipersyaratkan, diminta putar balik.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan menyebutkan bahwa penyekatan itu diperketat di lima kabupaten. Yaitu Majene, Mamuju, Polewali Mandar, Mamasa, dan Pasangkayu. “Penyekatan itu, demi pembatasan kegiatan masyarakat,” terang Syamsu, Kamis 29 Juli 2021.

Komentar

News Feed