oleh

Polisi Amankan Pemasang Jerat Babi yang Tewaskan Warga

MAMUJU – Pemasang perangkap babi (M) yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Desa Pati’di, Kecamatan Simboro, akhirnya diringkus polisi.

Tersangka memasang perangkap babi yang dialiri listrik di sekitar kebun miliknya, tanpa dibarengi dengan tanda peringatan jika di situ ada perangkap babi. Sementara kebunnya itu sering dilalui warga sekitar.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan, perangkap babi yang dipasang tersangka membuat salah satu warga meninggal dunia akibat tersengat listrik.

“Minggu malam (5 September, red), tersangka memasang perangkap babi yang dialiri listrik dari aki untuk mencegah masuknya babi hutan ke kebunnya. Namun, besoknya (6 September, red) tersangka lupa mematikan setrumnya, sehingga saat ada warga melintas di kebun itu, ia tersetrum listrik,” kata AKP Pandu, di Mapolresta Mamuju, Kamis 9 September.

Saat mengetahui itu, lanjut AKP Pandu, tersangka mencoba menghilangkan jejak dengan mencopot perangkap babi tersebut lalu disembunyikan di dalam rumahnya. Tersangka juga memindahkan jenazah korban sekira sepuluh meter dari TKP. Ia juga tidak melaporkan jika ada warga meninggal akibat perbuatannya.

“Ada unsur kelalaian tersangka karena tidak memerhatikan perangkap babinya dan ada unsur. Kita berhasil mengamankan satu buah aki, kawat dan power inverter,” sebutnya.

Tersangka, lanjut AKP Pandu, dijerat dengan pasal 338 Subs 359 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Saya mengimbau agar jangan menggunakan perangkap-perangkap yang dapat membahayakan nyawa manusia,” tandasnya.

Sebelumnya, peristiwa nahas itu dialami korban bernama Sudaiyah (48), pada Senin 6 September. Ia meninggal saat melintasi kebun tersangka. Suami korban pun melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. (ajs)

Komentar

News Feed