oleh

Polemik Penggantian Paskibraka Wakil Sulbar Jadi Sorotan

MAMUJU – Dua calon duta Sulbar untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional kecewa berat. Keduanya tiba-tiba dibatalkan, diganti dengan duta lainnya.

Pergantian ini pun menuai polemik. Sebab, keluarga keduanya tidak terima dengan keputusan panitia seleksi. Apalagi dengan alasan, anak-anak tersebut dinyatakan positif Covid-19. Sehingga tidak diberangkatkan.

Atas polemik itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar Muhammad Hamzih menyampaikan permohonan maaf. Sebab peristiwa itu melukai hati kedua calon paskibraka, yakni Arya Maulana Mulya (perwakilan SMA Negeri 2 Majene) dan Kristina (dari SMA Negeri 1 Mamasa).

Menurut Hamzih, awalnya Arya dan Kristina telah dinobatkan sebagai perwakilan Sulbar menuju Jakarta. Namun ada penggantian. Alasannya bukan sekadar karena keduanya terkonfirmasi positif Covid-19. Tetapi juga desakan waktu yang diberikan dari pusat.

“Tentu kita bangga jika putra daerah kita berangkat ke Jakarta. Makanya yang dari Mamasa, itu juga digantikan dengan siswa lain di Mamasa. Tak ada kepentingan di dalamnya,” tegas Hamzih.

Hamzih mengaku, sudah berusaha dengan membujuk panitia paskibraka nasional agar tetap mengikutkan Arya dan Kristina. Sembari, menunggu hasil swab ulang setelah melakukan isolasi mandiri. “Saya minta sampai tanggal dua, supaya mereka tetap bisa diberangkatkan,” kata Hamzih.

Hanya saja, pemerintah pusat tidak bisa menerima usulan itu. Dikarenakan panitia pusat membutuhkan waktu demi melakukan pelatihan terhadap sejumlah anggota paskibraka dari setiap perwakilan daerah. Atas dasar itu, pihaknya langsung melakukan penggantian paskibraka asal Sulbar.

Hamzih pun menyayangkan hal itu. Namun pikirnya, Arya dan Kristina masih memiliki kesempatan dengan ikut di barisan paskibraka tingkat provinsi. “Kalau sembuh (negatif Covid-19,red) bisa diikutkan di provinsi. Tapi untuk ikut ke nasional, sudah terlambat. Ini desakan pusat untuk segera mencari pengganti, makanya kemarin kita langsung berangkatkan penggantinya,” tutur Hamzih.

Perwakilan dari Sulbar yang menggantikan adalah Muhammad Juandi Ali dari SMA Negeri 3 Polman dan Anggi F Tamutuan yang juga dari SMA Negeri 1 Mamasa.

Komentar

News Feed