oleh

Polemik Bagi Hasil Tambak Vaname, Dewan Segera Hearing Investor

PASANGKAYU – Polemik bagi hasil pengelolan tambak udang vaname, antara pemilik lahan dengan investor, mulai menyita perhatian DPRD Pasangkayu.

Selasa 7 Januari, Ketua DPRD Pasangkayu Alwiaty, Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Arwi, dan Komisi II DPRD Pasangkayu, mendatangi lokasi tambak tersebut di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo.

Menurut Alwiaty, kedatangan anggota dewan ke lokasi tambak berdasarkan aduan pemilik lahan ke Komisi II. Masyarakat meminta bantuan untuk difasilitasi agar permasalahannya dengan Investor dapat tuntas.

“Berdasarkan aduan masyarakat, mereka tidak menerima bagi hasil yang sesuai perjanjian. Makanya kami kroscek langsung ke lapangan,” terang Alwiaty.

Namun kedatangan anggota dewan ke lokasi tambak itu sia-sia, karena pihak pengembang atau investor tidak berada di tempat. Menurut para pekerja, bos mereka sedang ke Palu, Sulteng.

“Kami akan panggil investor ini ke DPRD untuk di hearing,karena tidak ada ditempat. Selain itu kami juga akan panggil pemilik tambak dan pemerintah desanya supaya ketahuan pokok permasalahannya,” tegasnya.

Sementara salah seorang pemilik tambak, Damise, mengakubahwa lahannya disewa oleh investor asal Korea Selatan Mr. Vak bersama istrinya Eliana. Penyewaan itu mulai tahun 2016. Sejauh ini Damise hanya menerima bagi hasil senilai Rp 8 juta.

“Waktu saya kelola sendiri itu tambak saya tidak pernah berhutang untuk beli beras dan bayar pajak. Tapi tiga tahun lahan saya dikelola oleh investor kehidupan saya bersama keluarga sangat susah. Jadi saya harap masalah kami ini bisa diselesaikan dengan cepat,” pintahnya.

Sebelumnya masalah bagi hasil tambak udang vaname antara masyarakat dan pengembang telah ditangani oleh pemerintah Desa Sarjo, namun tak menemukan solusi. Sehingga pemilik tambak mengadukan nasib mereka ke DPRD Pasangkayu. (asp/***)

Komentar

News Feed