oleh

Poktan di Papalang Laksanakan Padat Karya Penanaman Mangrove

MAMUJU, RADAR SULBAR — Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui kegiatan padat karya penanaman mangrove di Sulawesi Barat harus terus meningkat dalam progres dan realisasinya, karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Begitu penekanan Staf Ahli Gubernur Sulbar Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Fakhruddin dalam kegiatan padat karya penanaman mangrove di Mamuju, Kamis 19 November.

Dijelaskan, program ini merupakan program proritas dalam Pemulihan Ekonomi Nasional yang telah terdampak wabah Covid-19. Di Sulbar menyasar lima kabupaten yang memang memiliki wilayah pesisir.

Selain menggenjot pemulihan ekonomi, kegiatan ini akan membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Apalagi mangrove juga berfungsi sebagai perlindungan pantai dari abrasi laut. “Kita harapkan melalui penanaman mangrove ini kita sambut dengan bergembira untuk merehabilitasi dan menguatkan pesisir pantai. Kita kembalikan sebagaimana fungsinya untuk pencegahan abrasi,” jelasnya.

Fakhruddin mengaku optimistis namun tetap meminta agar program ini terus dipantau secara bersama-sama dan dilakukan evaluasi agar betul-betul efektif di lapangan. “Kita punya kewajiban dan tanggung jawab bersama untuk menjaga semua ini,” tegasnya.

KEPALA BPDASHL Lariang-Mamasa Sulawesi Barat, Marthen Baturante serta Kasubag TU BPDASHL Lariang Mamasa, Azis Priatna diapit prajurit TNI dan pihak kepolisian, bersama melakukan penanaman mangrove. (radarsulbar)

Penanaman kemarin, terpusat di pesisir Dusun Papalang Pantai, Desa Papalang, Kecamatan Papalang, Mamuju. Luasan lahan yang disiapkan mencapai 22,5 hektar.

Agenda ini digawangi kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHKH) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Lariang Mamasa Sulbar.

Kepala BPDASHL Lariang-Mamasa, Marthen Baturante dalam sambutannya menekankan bahwa PEN KLKH digulirkan dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19.

“Kegiatannya berupa penyediaan hibit, penanaman dan pemeliharaan, semua dilakukan oleh anggota kelompok, sehingga di masa pandemi sekarang, program PEN ini dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan peningkatan ekonomi di Sulbar tentunya,” papar Marthen.

Disamping menjadi pelindung dari abrasi, kata dia, mangrove juga bisa dimanfaatkan menjadi kawasan wisata sebagai penunjang ekonomi daerah.

Khusus Provinsi Sulawesi Barat, tahun ini mendapat jatah padat karya penanaman mangrove seluas 517,5 hektar dan melibatkan 32 kelompok tani (Poktan).

Dari jumlah tersebut akan membantu 1.102 anggota Poktan. Setiap Poktan kata dia, dibuatkan rekening khusus oleh pihak Dirjen BPDAS yang menggandeng salah satu pihak perbankan.

“Ini sudah berjalan dan bahkan sudah ada kelompok yang menyelesaikan 100 persen di tempat lain. Diharapkan selain masyarakat mendapatkan manfaat dari pemulihan ekonomi nasional padat karya penanaman mangrove pelaksanaan kegiatan harus dilaksanakan sebaik-baiknya dengan mengacu pada rancangan teknis sesuai dengan arahan yang sudah di sosialisasikan sebelumnya,” urai Marthen.

Kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Dihadiri Kadis Kehutanan Sulbar, Kadis Lingkungan Hidup Sulbar, pimpinan Kodim 1418 Mamuju, pihak Polsek kalukku, Danrem 1418-03 Papalang, camat Papalang, kepala dusun serta warga setempat. (***)

Komentar

News Feed