oleh

Pilkada Mamuju, Dua ASN Mamuju Calon Tersangka

RADARSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Mamuju calon tersangka dugaan kasus pelanggaran pemilihan di Pilkada Mamuju 2020.

Keduanya diduga mengarahkan warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pemkab Mamuju di Kelurahan Rangas agar memilih Paslon 02. Demikian penjelasan Anggota Bawaslu Mamuju, Faisal Jumalang kepada awak media, kemarin.

Pilkada Mamuju, Dua ASN Mamuju Calon Tersangka

Salah satu ASN tersebut diduga kuat adalah Lurah Rangas, sebab seorang lurah memiliki tanggung jawab penuh atas penyaluran BLT di kelurahan.

Faisal Jumalang mengatakan, ASN tersebut diduga mengarahkan penyaluran BLT dari kantor kelurahan ke rumah kepala lingkungan. Sementara, rumah tersebut terpasang spanduk calon petahana Pilkada Mamuju.

Menurutnya, sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Mamuju telah melakukan pembahasan kedua dan menaikkan persoalan tersebut ke tingkat penyidikan.

“Kami sudah limpahkan berkasnya ke Polresta Mamuju. Ada dugaan unsur pidana. Ada dua calon tersangka dan itu bisa jadi tiga bergantung proses perkembangannya nanti seperti apa,” beber Faisal.

Faisal mengaku, telah mengambil keterangan dari Lurah Rangas tersebut. Hanya saja, Faisal tak mau menyebut soal status lurah Rangas. Bawaslu tak masuk ke wilayah itu. Nanti dirilis Polresta Mamuju dua pekan ke depan. Apakah berlanjut atau tidak.
“Pak lurah membenarkan kalau penyaluran BLT dilakukan di TKP. Alasannya, karena mendekatkan pembagian ke masyarakat. Status lurah nanti,” ujarnya.

Faisal menyebut, dugaan pelanggaran tersebut termaktub dalam Undang-undang (UU) Pemilihan Nomor 6 Tahun 2020. Bahwa setiap ASN dilarang berbuat menguntungkan dan merugikan salah satu paslon. Sanksinya termuat dalam pasal 188.

Hanya saja, Lurah Rangas, Wahyuddin ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut enggan memberikan komentar sedikit pun. (m2/rul)

Komentar

News Feed