oleh

PID Diharap Menjawab Kebutuhan Desa

MAMUJU, RADAR SULBAR — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulbar menggelar rapat koordinasi Program Inovasi Desa (PID) di Ballroom Grand Maleo Hotel Mamuju, Senin (28/10).

Tujuannya, melakukan analisa dan evaluasi reguler atas pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana operasional kegiatan bantuan pemerintah program pengelolaan pengetahuan inovasi desa (PPID) 2018 dan 2019 oleh tim inovasi kabupaten (TIK) dan tim pelaksana inovasi desa (TPID).

Selain itu, merumuskan langkah langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan program kegiatan pid dilaksanakan koordinasi yang baik diharapkan terjadi pada tiap unsur yang terlibat dalam pelaksanaan PID di Sulbar.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, untuk mendorong efektivitas pemanfaatan dana desa, Kementerian Desa meluncurkan PID sejak 2017. Salahsatu strategi yang dikembangkan PID adalah pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa sebagai bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menggunakan dana desa yang mendorong peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Salahsatu permasalahan di Sulbar adalah keterbatasan SDM. Olehnya, masyarakat harus terus belajar dan memperluas wawasannya. Saat ini, dengan perkembangan tekhnologi mudah untuk mendapat informasi,” ujarnya.
.
Ali Baal berharap, PID dapat menjawab kebutuhan desa terhadap layanan teknis yang berkualitas, merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan dan solusi inovatif untuk menggunakan dana desa secara tepat dan seefektif mungkin.

“Camat dan desa harus bisa menjadi inovator bagi masyarakat agar desa bisa maju dan berkembang sehingga tidak tertinggal dari daerah lainnya,” ujarnya dihadapan ratusan peserta dari DPMD kabupaten dan provinsi, TAPW 5 Sulbar, Bappeda atau Bappepan Kabupaten, Tim Inovasi Kabupaten, Camat, TAPM P3MD, P2KTD, Tim Pelaksana Inovasi Desa dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepala DPMD Sulbar Muhammad Jaun mengatakan, PID dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa yang di orientasikan untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kemendesa PDT dan Transmmigrasi, melalui peningkatan produktivitas desa yang bertumpu pada bidang pengembangan kewirausahaan, peningkatan kualitas SDM dan pemenuhan atau peningkatan infrastruktur perdesaan.

PID 2019, lanjut Jaun, dilaksanakan melaui tiga komponen program, yaitu, pertama, pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa (PPID) sebagai dukungan kepada desa-desa agar lebih efektif dalam menyusun rencana penggunaan dana desa sebagai investasi yang mendorong peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat desa.

Kedua, penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) yang ditujukan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis yang berkualitas dari lembaga profesional dalam mewujudkan komitmen replikasi atau adopsi inovasi, serta perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa secara regular.

Ketiga, pengembangan SDM, dimaksudkan agar masyarakat desa memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Untuk mendukung pelaksanaan ketiga komponen program tersebut, PID menyediakan alokasi dana bantuan pemerintah PID dalam bentuk dana opersional kegiatan. Sejak Maret 2019 penyaluran dana bantuan pemerintah ini
telah mulai dilaksanakan. PID di Sulbar telah berjalan sesuai dengan target roadmap nasional,” ujarnya.

Jaun berharap, setelah kegiatan ini dilaksanakan terbangun komunikasi dan kolaboratif yang efektif dari semua pihak dalam menyukseskan kegiatan PID di Sulbar.

kemudian dapat memproyeksi target capaian program sehingga dapat terumus rencana kerja tindak lanjut sebagai langkah yang tepat untuk keberhasilan PID di Sulbar yang maju dan malaqbi. (ian)

Komentar

News Feed