oleh

Petani Rumput Laut Gagal Panen

TOPOYO – Puluhan bagan berisi bibit rumput laut milik pembudi daya, di Desa Kambunong Kecacamatan Karossa, gagal panen.

Penyebabnya, ditengarai karena cemaran air laut pada kawasan tambak warga. Walau belum diteliti, petani meyakini jika rumput laut mereka mengalami pencemaran, itu terlihat dari penurunan bobot tumbuhnya.

Salah seorang petani rumput laut, Herman mengungkapkan bahwa hasil rumput laut dari panen pada rumpon tempat pengembangan rumput laut miliknya, hasilnya tak sesuai dengan taksiran awal. Padahal, bibit yang sama digunakan pada panen sebelumnya. bisa menghasilkan satu rumpon hingga beberapa puluh kilogram. “Tapi panen terakhir pekan
lalu, hasilnya tak sama lagi,” ungkap Herman.

Sementara petani lainnya, Kadir, mengaku juga mengalami hal serupa. Nasib yang sama, dan kalau ini tak ditemukan sumber masalahnya dan diberikan solus atau penanganan serius, maka akan mematikan usaha tambak rumput laut di Kambuonong.

“Makanya, kami berharap ini ada solusi dari pemerintah melalui pihak terkait, sebab kalau ini dikarenakan pencemaran, maka tentu pemerintah yang mesti bertanggungjawab atas pengolahan limbah yang diduga pencebab penceran, karena bertani rumput laut ini, adalah jalan hidup kami dan keluarga kami” singkat Kadir.

Sekedar informasi, bahwa saat ini di Mamuju Tengah, ada empat investasi pengolahan pabrik minyak CPO dari Sawit, keempatnya, memang memiliki potensi yang sama, limbahnya bisa mencemari laut dikawasan Mamuju Tengah, yang masuk laut melewati sejumlah anakan sungai bermuara di laut Mamuju Tengah. (anj/jsm)

Komentar

News Feed