oleh

Pertajam Berita Melalui Foto

Pertajam Berita Melalui FotoFOTOGRAFI jurnalistik tidak hanya tentang menangkap foto dengan kamera, lebih dari itu dapat menceritakan suatu fenomena dengan media foto.

Laporan: Adhe Junaedi Sholat,
Mamuju

Setiap jurnalis tidak hanya dituntut pandai mengolah isu dan menjadikannya berita bernilai. Namun juga dituntut menguasai teknik fotografer jurnalistik. Untuk itu, Jawapos Jaringan Media Nusantara (JJMN) menggelar pelatihan foto jurnalistik secara daring, pada Jumat 27 Agustus dan Senin 30 Agustus.

Pelatihan itu dimaksudkan untuk membekali reporter agar dapat menguasai teknik fotografer jurnalistik dengan baik dan benar. Pelatihan tersebut dipandu langsung Fotografer Jawapos, Mohammad Subechi Nurcahyo atau akrab dipanggil Beky Subechi.

Menurut Beky, foto yang baik adalah foto yang dapat membuat orang yang melihatnya merasa berada di dalam kejadian pada foto tersebut. Ada pepatah, satu foto berarti seribu kata, sehingga tanpa harus banyak bercerita lewat kata, foto sudah mewakili sebuah fakta tertentu.

“Karya foto mesti memadukan unsur dua unsur, yakni visual dan konseptual. Karya foto selain bagus secara visual, juga harus bisa berbicara,” kata Beky.

Ia menjelaskan, ada beberapa cara membuat foto agar dapat berbicara, yakni pemotret mesti memerhatikan teknik fotografi, tidak sekadar menonjolkan estetika tapi memperkuat pesan foto. Melengkapi elemen visual dengan cara memadupadankan subyek-subyek foto. Terakhir, menangkap ekspresi dan gesture subyek foto.

Menurutnya, fotografer harus bisa bercerita melalui elemen-elemen visual dalam karya fotonya. Sehingga tanpa harus memberikan penjelasan, orang akan mengerti isi dan pesan dari foto.

“Tahapan pemotretan dimulai dari subjek, fakta atau peristiwa, lalu menentukan pesan atau tema foto, kemudian menentukan point of interest dan memilih subjek-subjek pendukung, menentukan teknis fotografis dan melakukan eksekusi,” kata Beky.

Dalam pelatihan itu juga, Beky juga membocorkan bagaimana menggunakan kamera handphone dengan baik. Untuk menghasilkan gambar yang berkualitas, harus tahu angle dan jarak objek yang hendak di foto.

Misalnya, reporter yang hari-harinya menggunakan kamera smartphone dengan resolusi kamera kurang, maka disarankan mengambil objek tidak terlalu jauh. Kamera smartphone disarankan tidak kurang dari 10 megapixel.

Selain itu, sebisa mungkin tidak menggunakan lampu flash. Flash dapat membuat hasil foto lebih bercahaya dan membuat hasil foto tidak alami. Maka lebih baik menggunakan cahaya alami.

“Minimnya cahaya akan memaksa kamera untuk mem-push ISO ke tingkat yang lebih tinggi. Imbasnya, foto kalian akan terlihat berbintik dan buram. Usahakan lokasi pengambilan foto tersedia cahaya yang cukup. Kalau tidak, coba nyalakan lampu jika ada atau buka jendela. Hindari penggunaan mode zoom serta memaksimalkan mode HDR,” terang Beky.

Beky menambahkan, terdapat beberapa teknik dasar pemotretan, yakni menentukan angle, baik dengan posisi high angle, low angle atau normal angle. Masing-masing memiliki kelebihan. Berikut, menentukan format, bias menggunakan format horizontal, vertikal dan diagonal. Kemudian, menentukan framing dan komposisi foto serta lighting.

Terpenting, kata dia, bagaimana memotret dengan metode Entire Detail Frame Angle Time (EDFAT). Suatu metode pemotretan mengasah kepekaan dalam melihat sesuatu secara detail yang runtut dan tajam.

Seorang pewarta foto juga dalam kerja jurnalistiknya dibatasi rambu-rambu dan aturan hukum, seperti UU Pers No 40 Tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Etik Pewarta Foto Indonesia (KEPFI).

“Etika foto penting menghargai privasi subyek foto, menghindari pornografi dan sadisme, mempertimbangkan hukum dan kebiasaan setempat (local wisdom, red), memahami batas ruang publik dan kawasan terbatas (privasi, red), mempertimbangkan dampak pemuatan dan pertimbangan pemotretan untuk kepentingan komersial atau dokumentasi,” tandasnya.

Dalam pelatihan itu, seluruh peserta juga diberi tugas mengumpulkan tiga foto. Masing-masing foto memenuhi tiga unsur news value yang berbeda. (***)

Komentar

News Feed