oleh

Perludem: Pilgub Sulbar Peluang Digelar 2022

MAMUJU – Sejauh ini, DPR RI tengah mengusulkan revisi terhadap Undang-undang Pemilu untuk dibahas dalam Prolegnas 2021. Revisi itu diyakini akan membenahi sistem penyelenggaraan. Sehingga Pilkada dan Pemilu nasional akan digelar terpisah.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati menyampaikan, dalam draf RUU Pemilu yang sedang dibahas DPR dan Pemerintah, ada perubahan desain keserentakan pemilu nasional dan pemilu daerah.

Perludem: Pilgub Sulbar Peluang Digelar 2022

Hal ini, lanjut Khoirunnisa, karena ada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 55 Tahun 2019 bahwa pemilu serentak seperti Pemilu 2019 bukanlah satu-satunya jenis pemilu serentak yang konstitusional.

Kata Khoirunnisa, MK telah menyebutkan bahwa desain keserentakan pemilu haruslah mengarah pada penguatan sistem presidensialisme. Salah satunya caranya dengan menyerentakkan pemilu presiden, DPR, dan DPD.

Nah, dalam konteks lokal, KPU Sulbar masih berpegang pada Pasal 201 UU Nomor 10 Tahun 2016, bahwa pilkada serentak selanjutnya akan digelar pada 2024, termasuk Pilgub Sulbar. Terhadap hal tersbeut, Khoirunnisa, mengemukakan bahwa dalam draf Revisi UU Pemilu ada dorongan untuk menormalkan jadwal pilkada. “Jadi akan tetap ada pilkada di 2022 dan 2023. Karena nanti serentak di daerah di 2027,” kata Khoirunnisa via WatsApp kepada radarsulbar.co.id, Minggu sore, 27 Desember 2020.

Di Sulbar, sejauh ini KPU belum mengusulkan anggaran untuk pelaksanaan Pilgub 2022. Dan jika saja Revisi RUU Pemilu disetujui, akan terjadi perubahan jadwal. Masalah yang timbul berikutnya adalah peyelenggara bisa kelabakan soal anggaran.

Terhadap hal tersebut, Khoirunnisa berpendapat bahwa itu memang akan jadi masalah yang dihadapi peyelenggara. Makanya, dorongannya adalah dengan mempercepat revisi RUU Pemilu. Atau bisa juga pilkada mendapat bantuan pembiayaan dari APBN.

Khoirunnisa menambahkan, revisi terhadap UU Pemilu akan memundahkan sistem penyelenggaraan. Sebab pemilu nasional, yakni pemilihan presiden, DPR dan DPD digelar serentak. Kemudian secara terpisah, pemilu daerah, yakni Pilkada dan pemilihan DPRD, juga digelar serentak. Dengan demikian, revisi UU pemilu membuka peluang Pilgub Sulbar dapat digelar tahun 2022. (ham)

Komentar

News Feed