oleh

Perkaya Srategi Pengendalian Covid-19

MAMUJU – Petugas kesehatan di Mamuju, terus berupaya memperkaya strategi pencegahan dan pengendalian virus korona atau Covid-19.

Tak terkecuali bagi Forum Kepala Puskesmas se Mamuju dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju. Terus menambah wawasan dan memperbaharui pengetahun seputar pandemi. Salah satunya melalui Seminar Literasi Kesehatan, yang dilaksanakan di Mamuju Town Square (Matos) Hotel, Sabtu siang 14 November.

Seminar yang mengulas studi komparasi penanganan Covid-19 di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, Sri Rahayuningsih.

Menghadirkan dua narasumber masing-masing Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), sekaligus tim Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Ansariadi dan Koordinator Kawan Vaksi Indonesia, dr. Iswanto, dimoderatori Hartono Tasir Irwanto.

“Kita berharap dengan seminar ini ada langkah-langkah dan strategi baru dari Puskesmas untuk penanganan Covid-19,” ujar Sri Rahayuningsih, dalam sambutannya.

Bahwa pembaharuan informasi dan pengetahuan seputar Covid-19 sangatlah penting. Dari sana, para petugas medis bisa merumuskan ragam strategi pencegahan dan pengendalian. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya berharap ke depan lebih banyak lagi kegiatan serupa yang kita laksanakan,” harap Sri.

Perkaya Srategi Pengendalian Covid-19
Para Kepala Puskesmas dan Dinkes Mamuju, mengunjungi salah satu pensiunan petugas medis di Mamuju, Jumat 13 November 2020.–Dokumen Dinkes Mamuju untuk radar Sulbar–

Salah satu narasumber, Ansariadi menjelaskan, semua upaya yang dilakukan agar terhindar dari wabah korona adalah bentuk pencegahan. Sedangkan kegiatan yang dilakukan setelah wabah tersebut sudah merambah disuatu tempat, adalah pengendalian.

Jadi, lanjut Ansariadi, yang sedang dilakukan saat ini adalah pengendalian penularan wabah. Caranya memisahkan antara mereka yang sehat dan mereka yang mungkin terkena virus melalui identifikasi tes. Lalau mengisolasi yang positif.

“ini prinsip yang dipakai disemua negara yang terjangkit wabah korona,” imbuh Ansariadi.

Akademisi Unhas itu menekankan bahwa komunikasi publik sangat penting dalam melawan pandemi Covid-19.

“Komunikasi media massa dan pengambil kebijakan harus terjalin dengan baik. Karena, cara itulah yang paling ampuh melawan keganasan pandemi, ini. Kebijakan tidak akan tersalurkan kepada publik, tanpa melalui media,” papar Ansariadi
.
Kepala Puskesmas Binanga Mamuju, Jasman menambahkan, kegiatan tersebut masih merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 tahun 2020.

Bahwa tujuan utama dari seminar literasi kesehatan adalah menemukan strategi-strategi baru melawan virus korona.

Sehari sebelumnya, juga telah dilakukan kunjungan kepada rumah pensiunan petugas medis. Yang sempat dikunjungi antara lain, mantak Kepala Dinas Kesehatan Mamuju, dr Puddin Harli, di Jl. Pababari, bidan Norma di Jl Sam Ratulangi, pensiunan Kepala Puskesmas Tampa Padang, Khairudin Awil, di Jl. Ahmad Kirang dan pensimunan Kasubag Kepegawaian Dinkes Mamuju, Bustamin Usman.

“Ada empat rumah purnabakti tenaga medis yang sempat kami kunjungi. Semua dalam kota,” pungkas Jasman. (jsm)

Komentar

News Feed