oleh

Perhapi Diharap Jadi Lokomotif Baru di Sulbar

MAMUJU – Sekprov Sulbar Dr Muhammad Idris menghadiri Pelantikan Pengurus Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Sulbar periode 2021-2024, di Aula Hotel Yaki Mamuju, Minggu 11 April 2021.

Pengurus Perhapi Perwakilan Sulbar dilantik oleh Sekjen DPP Perhapi Resvani melalui virtual dari Jakarta.

Perhapi Diharap Jadi Lokomotif Baru di Sulbar

Idris berharap, kehadiran Perhapi dapat menjadi lokomotif baru bagi Sulbar, yang saat ini mencoba menyusun langkah-langkah lebih progresif untuk memajukan daerah ini dari sektor-sektor strategis, termasuk sektor pertambangan.

Idris menekankan, keberadaan Perhapi harus dimaksimalkan. Pemaksimalan peran organisasi itu memang tidak mudah, namun yang terpenting adalah bagaimana membuat organisasi ini memainkan sejumlah peran, terutama mengenai konsolidasi program.

“Konsolidasi program yang dimaksudkan ini adalah Perhapi diharapkan menjadi organisasi yang bisa mengembangkan cara kerja yang sistematik, terstruktur dan berkontribusi terhadap pemerintah daerah,” terang Idris

Pada kesempatan itu, Idris menyampaikan ucapan selamat kepada para Pengurus Perhapi Perwakilan Sulbar yang baru dilantik.

“Kami percaya organisasi profesi ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang selain yang memiliki pengetahuan yang dalam terkait keahlian itu, juga memiliki komitmen mengembangkan pada hal-hal berkaitan dengan keterlibatan para praktisi kita di daerah ini,” ucap Idris.

Sekjen DPP Perhapi Resvani menekankan, Perhapi Perwakilan Sulbar harus dapat selalu tampil dalam membantu pemerintah dan industri untuk mengawal pembangunan industri pertambangan yang dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi daerah dan ikut serta mendukung pembangunan nasional.

“Sudah sangat tepat Perhapi Perwakilan Sulbar ini kita bentuk. Dan hari ini, Alhamdulillah sudah disahkan kepengurusannya,” ucap Resvani.

Ia menuturkan, bagi Sulbar mungkin batu bara merupakan sumber energi yang belum sampai pada proses produksi yang dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan energi listriknya. Sehingga dalam hal itu tentunya harus mendatangkan dari provinsi lain di Indonesia, seperti Kalimantan dan Sumatera.

Agar Sulbar dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan energi listriknya, Resvani menyatakan, sudah saatnya batu bara di provinsi ke-33 ini dapat dikembangkan dengan baik dan juga jangan lupa mulai mempersiapkan energi baru dan terbarukan, seperti tenaga air, tenaga surya dan lainnya.

“Tentunya tergantung pada potensi di daerah masing-masing untuk dikembangkan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, demi mendukung pertumbuhan industri dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pertambangan merupakan kegiatan ekstraksi sumber daya alam tidak terbarukan yang suatu saat akan berakhir, sehingga kita perlu mulai mempersiapkan berbagai sumber daya yang dapat terbarukan,” tambahnya. (*/ham)

Komentar

News Feed