oleh

Perempuan Sadar Bencana

MAMUJU — 8 Maret merupakan Hari Perempuan Internasional. Untuk memperingati hari yang sangat mengedepankan peran perempuan ini, maka Start Fund dan Ibu Foundation menggelar talkshow dengan tema “Peran Perempuan Dalam Kebencanaan” di Nal Cafe 7 Maret 2021.

Acara tersebut juga didukung oleh beberapa lembaga relawan gempa seperti Mamuju mengajar, KUN dan beberapa lembaga lainnya. Menaksir kondisi Sulbar dengan adanya sesar aktif maka kewaspadaan dan kesiapsiagaan memang sangat diperlukan dan kaum perempuan dapat menjadi agen dalam mengimplementasikan budaya sadar bencana.

Menanggapi hal tersebut, di tempat terpisah, Koordinator Desk Relawan Gempa Sulbar yang juga adalah ketua Dharma Wanita Persatuan Sulbar, Prof. Dr. Hj. Kartini Hanafi Idris, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada relawan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya talkshow “Peran Perempuan Dalam Kebencanaan” menginspirasi semua perempuan khususnya pengurus DWP Sulbar untuk menginternalisasikan kepada anak dan keluarga tentang gerakan kesiapsiagaan sebagai bagian dari mewujudkan Sulbar yang tangguh bencana.

“Perempuan memang memiliki peran yang sangat strategis. Dalam segala hal, perempuan bisa berperan didalamnya. Mengingat perempuan adalah ibu, istri dan juga adalah masyarakat di lingkungannya. Perempuan lebih dekat dengan keluarga sehingga memiliki pengaruh yang besar untuk menerapkan atau memberlakukan sebuah budaya yang ditargetkan. Hari Perempuan International menjadi sebuah moment bahwa peremuan Sulbar sudah saatnya menjalankan peran dalam kebencanaan,” ujarnya.

Kartini menambahkan bahwa dalam kondisi kebencanaan, ironisnya perempuan mengalami penderitaan yang lebih berat akibat bencana dan penanganan bencana, bahkan sebagai akibat perbedaan status gender telah meminggirkan perempuan sehingga memiliki posisi tawar rendah.

“Bencana menjadikan perempuan  semakin rentan kemiskinan, peningkatan jumlah perempuan sebagai kepala rumah tangga setelah kehilangan pencari nafkah utama serta berbagai hal yang dihadapi perempuan selama kebencanaan menyebabkan perempuan masuk dalam kelompok paling rentan ketika bencana terjadi. Nah, jika perempuan adalah tiang negara, karena itu perempuan harus kuat dan memiliki kesiapsiagaan yang terbaik”, ujarnya.

Dari area berlangsungnya talkshow, pembahasan mengkrucut pada peran perempuan dalam menghadapi bencana agar resiko yang ditimbulkan dapat ditekan melalui upaya meningkatkan peran perempuan dalam mitigasi bencana. Oleh karena itu diperlukan beberapa peningkatan pada diri perempuan yang dimulai dengan kesadaran perempuan dalam memahami situasi lingkungan dan ancaman bahaya serta kemampuan dalam memantau , mengevaluasi dan menjamin keberlangsungan upaya pengurangan resiko sehingga dampak bencana dapat dikurangi dan dicegah. (ian)

Komentar

News Feed