oleh

Perbup Protokol Kesehatan Perlu Direvisi

MAJENE – Peraturan Bupati (Perbup) terkait sanksi bagi pelanggat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bakal diusul untuk direvisi.

“Setiap kali melakukan operasi penegakan protokol kesehatan, trennya makin naik masyarakat tidak pakai masker. Jadi, Perbup ini akan kita usulkan untuk ada perubahan, terkait sanksi,” sebut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Majene, Zainal Arifin, Minggu 18 Oktober.

Menurutnya, sanksi sosial masih kurang efektif. Perlu ditingkatkan menjadi denda materi.

“Kalau disuruh saja pus ap, menyanyi, dan menghafal Pancasila kayaknya tidak ada efek jera. Olehnya Perbup ini perlu dirubah,” ujarnya.

Karenanya kata dia, pihaknya mengajukan agar Perbup direvisi secepatnya. “Sanksi yang melanggar protol kesehatan ditingkatkan. Maksimal Rp 50 ribu. Saya yakin bila ini dilakukan masyarakat akan ada efek jera pada masyarakat,” sebutnya.

Berdasarkan laporan terakhir, pihaknya sudah menjaring hingga 1.000 lebih pelanggar protokol kesehatan.
“Kenaikan per hari 100 orang. Itu hanya dua jam melakukan operasi. Apalagi kalau kita laksanakan sore hingga malam pasti makin banyak yang akan terjaring,” beber Zainal.

Ia berharap, masyarakat Majene lebih mematuhi protokol kesehatan. Apalagi saat ini di Majene adalagi penambahan delapan kasus pisitif korona. “Masyarakat kami mohon agar lebih taat lagi,” pintanya. (r2/rul)

Komentar

News Feed