oleh

Peran Harga dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Oleh: Nurdiyah (Dosen Fakultas Sains dan Tekhnologi UT)

Kegiatan pemasaran menjadi hal penting ketika suatu produk dihasilkan. Hal tersebut menjadi mutlak untuk dapat memeroleh hasil dari jerih payah yang telah dilakukan.

Selain untuk mendapatkan keuntungan sudah menjadi fitrah ketika mengusahakan sesuatu maka tentunya kita menantikan hasil dari apa yang telah kita upayakan. Demikian pula para petani buah yang kini sedang berada dalam kondisi panen raya diberbagai wilayah di Sulbar.

Pemasaran atau kadang juga diistilahkan sebagai tataniaga pada produk pertanian agak berbeda dengan tataniaga di luar produk pertanian terutama dalam hal komoditas yang dipasarkannya.

Produk dan produksi pertanian memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari produk-produk di sektor industri (Nasrudin Wasrob, 2010).

Kekhasan ini terutama dijumpai dalam produk pertanian yang bersifat musiman, spesifik lokasi dan kondisional, bahkan dapat dikaitkan dengan ketidakpastian cuaca dan harga.
Kondisi tersebut mengingatkan kita pada sosok Mike Micneacnery yang membuka pasar buat para petani di Scotlandia.

Awalnya didasari oleh keiginan untuk mengolah produk yang dikonsumsi dari bahan yang masih segar tanpa harus menyulitkannya untuk memperoleh produk tersebut.

Di Indonesia kita juga punya anak muda yang memiliki kejelian dalam memasarkan produk pertanian yang selama ini di pandang sebelah mata oleh mayoritas masyarakat disekitarnya.

Mereka adalah Buchori dan Sulaeman yang sukses mengelola gula aren dan kopi hingga menembus pasar Asia.

Hal ini memberikan konstribusi yang cukup besar terhadap posisi tawar para petani dan tentunya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petani. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa salah satu indicator untuk dapat mensejahterakan petani adalah dengan memberikan para petani posisi tawar atas produk yang dihasilkannya.

Kenapa menyorot harga? Karena harga memainkan peranan sentral dalam teori ekonomi, yaitu dalam membimbing dan mengarahkan produksi serta konsumsi.

Pembahasan tentang harga, pembentukan harga, dan variasinya ditentukan oleh faktor-faktor seperti tempat, waktu, kualitas produk, bentuk produk dan struktur pasar (Wasrob Nasrudin, Ahmad, 2010).

Variasi Harga menurut Tempat

Variasi harga antar tempat yang cukup besar dalam produk-produk pertanian Indonesia (pangan dan hortikultura) merupakan akibat dari berbagai faktor seperti; Informasi pasar yang langka bahkan tidak seimbang antara petani, pedagang, dan konsumen. Kesulitan pengangkutan antarpulau, kurangnya jiwa wirausaha dari pedagang serta keadaan pasar yang oligopsonistik.

Konsep tersebut di atas jika dipahami maka akan memberikan peningkatan harga karena kecendrungan untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut tentu akan lebih mudah karena akar masalahnya sudah ditemukan.

Variasi Harga menurut Waktu

Hasil pertanian jika didasarkan pada waktu dan sifat musimn maka harga akan mengalami perubahan secara harian, musiman, atau tahunan.

Perubahan harga dapat sangat memberi pengaruh yang sangat besar dalam hal penentuan posisi petani ketika akan menetapkan harga produknya disebabkan jika produk tersebut melimpah dipasaran. Akibatnya produk tersebut akan memiliki harga yang rendah bahkan jauh dari ekspektasi petani.

Untuk itu para petani diharuskan mampu untuk membaca peluang pasar ketika produk yang dihasilknannya telah melimpah. Mereka harus mampu untuk melakukan pengolahan agar sifat produk pertanian yang mudah membusuk tidak menjadi momok yang dapat mengancam kerugian pada petani itu sendiri.

Variasi Harga Menurut Kualitas Produk

Variasi produk yang disebabkan oleh kualitas produk pertanian sering disebabkan oleh warna, ukuran, kadar air, dan kandungan protein. Harga produk-produk tersebut selalu berubah tergantung dari kualitas, kelas, dan varietas.

Untuk mengantisipasi hal tersebut lembaga pemasaran dapat melakukan penetapan mutu sehingga diperoleh kualitas yang hampir homogen. Variasi harga kadang-kadang ditunjukkan sebagai potongan harga dan dapat berubah menurut waktu, tetapi variasinya kecil dan itu terkait dengan perubahan rata-rata tingkat harga komoditas.

Variasi Harga menurut bentuk Produk

Merubah bentuk dari produk aslinya lebih sering memberikan peningkatan harga yang lebih signifikan.

Tentunya dengan mengeluarkan sedikit dana untuk melakukan pengolahan agar produk tersebut mengalami perubahan bentuk dan dapat memberi manfaat dan bertahan lebih lama dari produk aslinya.

Misalnya disaat produk buah seperti langsat melimpah di pasaran jika diolah menjadi manisan atau kulitnya dibuat menjadi lulur harganya akan jauh lebih tinggi dari produk aslinya yang langsung dikonsumsi sebagai buah segar. Disamping itu produk tersebut tentunya akan bertahan lebih lama dari biasanya.

Variasi Harga menurut Struktur Pasar

Apabila struktur pasar berbeda maka akan memberikan variasi harga yang berbeda pula. Pada struktur pasar yang bersifat monopoli harga-harga yang terjadi biasanya lebih tinggi dibandingkan harga yang terjadi pada pasar yang lebih bersaing.

Kelima faktor di atas merupakan hal-hal yang sangat berpengaruh terhadap harga suatu produk yang dihasilkan oleh para produsen khususnya petani. Tingginya perolehan harga bagi para petani akan memberikan peningkatan pendapatan dan akan memberikan peningkatan kesejahteraan bagi para petani sehingga petani memiliki bargaining position. Semoga bermanfaat. (***)

Komentar

News Feed