oleh

Penyederhanaan Regulasi Untungkan Badan Usaha

Beri Perlindungan Hukum & Kemudahan Berbisnis

MAMUJU — KANTOR Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asazi Manusia (Kanwil Kemenkumham) gelar sosialisasi layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) tentang “Peningkatan Pendaftaran Badan Usaha Berbadan Hukum Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Ekonomi”. Kali ini bergulir di Wisma Malaqbiq Mamuju, Rabu 24 Maret.

Kadiv Yankum Kemenkumham Sulbar Alexander Palti mengatakan, Covid-19 berdampak ke segala sektor, salah satunya sektor ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2020 menjadi negatif yaitu, -5,32 persen. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2020 tercatat mencapai 2,97 persen atau mulai menunjukkan adanya perlambatan.

Dampak ekonomi, lanjut Alexander, salah satunya dirasakan secara signifikan oleh para pelaku usaha yang mengalami krisis ekonomi. Ditambah bencana alam, semakin memberikan kontribsi terhadap perlambatan pertumbuhan bagi ekonomi.

“Badan usaha atau UMKM selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi nasional. Setidaknya terdapat lebih dari 64 juta unit badan usaha atau UMKM yang berkontribusi 97 persen terhadap total tenaga kerja dan 60 persen PDB nasional,” ujarnya.

Jumlah ini menunjukan peran UMKM sangat besar bagi perekonomian nasional. Jika separuh badan usaha gulung tikar maka dikhawatirkan berdampak besar bagi ekonomi bangsa.

Dikatakan, dari pengalaman, badan usaha terbukti tahan banting menghadapi krisis moneter, seperti 1997 dimana satu per satu perusahaan besar tumbang, tetapi bisnis kecil berhasil menjadi payung bagi Indonesia dalam menghadapi badai ekonomi.

“Badan Usaha Atau UMKM ini juga masih memiliki kelemahan saat beroperasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan sokongan agar berjalan lancar. Selain itu ada permasalahan keterbatasan inovasi dan teknologi, hingga kesulitan akses ke sumber pembiayaan yang cukup terbatas,” ujarnya.

Alexander menambahkan, sensus ekonomi dari BPS menunjukkan besarnya kontribusi UMKM. Berikut ini sumbangan UMKM terhadap perekonomian Indonesia: Badan Usaha atau UMKM menyerap hingga 89,2 persen dari total tenaga kerja, Badan Usaha atau UMKM menyediakan hingga 99 persen dari total lapangan kerja, UMKM menyumbang 60,34 persen dari total PDB nasional, Badan Usaha menyumbang 14,17 persen dari total ekspor UMKM menyumbang 58,18 persen dari total investasi.

Dengan melihat banyaknya dukungan materil dan kontribusi yang besar terhadap perekonomian negara, Badan Usaha atau UMKM di Indonesia sudah saatnya dikembangkan dengan sebaik-baiknya dan serius sehingga mampu menghadapi pandemi dan terjangan bencana alam, yang pada akhirnya dapat membantu membangkitkan perekonomian negara.

Selain itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah dakam peningkatan tersebut, antara lain melalui penerbitan paket kebijakan kemudahan berusaha. Seperti, penyederhanaan perizinan yang dinilai berbelit.

“Perlunya badan usaha menjadi badan hukum masih banyak belum diketahui oleh masyarakat kita. Mendapatkan perlindungan hukum, memperjelas pemisahan harta perusahaan dengan harta pribadi, mendukung profesionalisme pada perusahaan, memiliki kemudahan berbisnis, memudahkan perusahaan mendapatkan modal tambahan, memiliki legitimasi dari pemerintah, kesempatan untuk menjaring pasar asing, memperpanjang jangka usia aktivitas perusahaan adalah beberapa hal yang merupakan keuntungan jika badan usaha didaftarkan menjadi badan hukum,” urai Alexander.

Kabid Informasi, Data dan Pelaporan DPMPTSP Mamuju, Salmah mengatakan, strategi Pemkab Mamuju dalam mendukung kemudahan berusaha adalah membentuk satgas percepatan pelaksanaan berusaha melalui SK Bupati Mamuju, pelaksanaan perizinan terintegrasi secara elektronik, penguatan regulasi, penyediaan data informasi peluang penanaman modal, serta penyederhanaan dan percepatan pemberian izin.

“Lima poin inilah yang telah kita lakukan untuk memberi kemudahan bagi UMKM. Dengan penyederhanaan, SOP perizinan dan non perizinan maksimal lima hari kerja. Namun, kondisi pandemi Covid-19 salahsatu faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha tidak berjalan maksimal,” jelas Salmah saat menjadi narasumber. (ian/*)

Komentar

News Feed